,

Saat Ditanya Soal Pemimpin Non-muslim, Zakir Naik Sebut Mereka Munafik

Zakir Naik telah memberikan ceramah di Bandung dan Yogyakarta.
Zakir Naik telah memberikan ceramah di Bandung dan Yogyakarta.

HARIANACEH.co.id — Zakir Naik, penceramah kontroversial asal India yang dilarang di sejumlah negara, berada di Indonesia untuk memberikan ceramah di sejumlah kota dengan pertanyaan dari yang hadir antara lain soal pemimpin non-Muslim.

Zakir Naik, yang mengasingkan diri di Timur Tengah, setelah dituduh “mempengaruhi” penyerang Dhaka, Bangladesh, tahun lalu, mengadakan tur untuk berceramah di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Bandung, Yogyakarta, Ponorogo, Bekasi dan Makassar.

Dalam ceramahnya di Yogyakarta, Senin (03/04), Zakir Naik antara lain ditanya soal pemimpin non-Muslim dari peserta dengan jawaban, “harus memilih pemimpin Muslim”.

“Dan bila berada di negara dengan mayoritas non-Muslim, beliau mengatakan pilih yang akhlaknya mendekati,” kata Budhi Setiawan, yang mengatur perjalanan Naik di Indonesia.

Dari ribuan peserta yang hadir di dua kota itu, 200 di antaranya non-Muslim yang ingin mengetahui lebih lanjut terkait tema besar yang ia sampaikan “salah persepsi tentang Islam,” kata Budhi, dengan sejumlah di antaranya mengucapkan kalimat syahadat, untuk masuk Islam.

Islam di Indonesia hidup berdampingan dengan yang lain

Zakir Naik mengadakan pertemuan dengan Pimpinan MUI. (BBC/CHOLIL NAFIS)
Zakir Naik mengadakan pertemuan dengan Pimpinan MUI. (BBC/CHOLIL NAFIS)

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan dalam pertemuannya dengan Naik ia meminta penceramah ini untuk “jangan pernah menjelekkan agama lain”.

“Islam di Indonesia bisa hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain dan saya katakan tolong hati-hati dalam mendialogkan keimanan antarnegara,” kata Cholil seperi dikutip dari laman BBC Indonesia.

Cholil mengatakan permintaan itu ia sampaikan karena kecenderungan Zakir Naik yang melakukan “perbandingan agama.”

Perdebatan soal jawaban Zahir Naik terkait pemimpin non-Muslim -terkait Pilkada DKI Jakarta- juga berlangsung panas di media sosial.

“Di daerah saya (Kalbar) gubernurnya non-Muslim, (kafir), apakah umat Muslim pemilih ‘ikutan kafir juga ‘ya?” tanya salah seorang pengguna.

Sejumlah lainnya memilih untuk menyerukan saling menghormati dengan menulis, “Yang pasti mari kita ciptakan kedamaian di bumi pertiwi yang kita cintai ini,” dan, “Yang penting Muslim, non-Muslim damai saling menghormati lebih baik lagi saling tolong menolong.”

Zakir Naik saat ini dilarang memberikan ceramah di India, Bangladesh, Inggris dan Kanada.

loading...

Xiaomi Redmi Note 4 Siap ‘Berlabuh’ Indonesia

Keberagaman Budaya Indonesia Dikagumi Miss Universe 2016