HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Laptop Wajib Diperiksa Sinar X Ketika ada di Bandara Indonesia

Petugas Bea dan Cukai memeriksa barang bawaan penumpang melalui sensor di pintu kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat (1/7/2016). (Antara Foto/Muhammad Adimaja)
28

HARIANACEH.co.id — Kementerian Perhubungan mendesak seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penerbangan sipil nasional, bekerja sama dan berperan aktif menyosialisasikan berbagai aturan baru yang diterapkan demi menjunjung tinggi kemanan dan keselamatan.

Hal tersebut diutarakan menyusul dikeluarkannya Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor 3 Tahun 2017 yang ditetapkan pada 30 Maret terkait Upaya Peningkatan Penanganan Candaan Ancaman Bom pada Penerbangan Sipil.

“Tidak boleh ada sekat yang memisahkan regulator dengan operator, asosiasi dan stakeholder lain. Kita ini satu dan harus saling membantu dan bekerja sama untuk mewujudkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan nasional,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso di Jakarta, Selasa 4 April 2017.

Dalam surat keputusan terbaru itu, diatur tentang tata cara pemeriksaan keamanan penumpang, personel pesawat udara, dan barang bawaan yang diangkut dengan pesawat udara dan orang perseorangan.

Salah satu pasal menyebutkan bahwa laptop dan barang elektronik lain dengan ukuran yang sama harus dikeluarkan dari tas atau bagasi dan diperiksa melalui mesin sinar x.

Agus mengungkapkan, regulasi itu diberlakukan menyusul insiden bom laptop di Somalia. Bahkan, saat ini pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah mengeluarkan kebijakan larangan membawa laptop dan gadget yang ukurannya lebih besar dari telepon seluler ke kabin pesawat.

“Kami tidak melarang para penumpang membawa laptop dan barang elektronik lainnya ke dalam kabin pesawat. Asalkan semuanya diperiksa melalui mesin x-ray dan dinyatakan aman,” tutur Agus.

Jika dalam pemeriksaan petugas menemukan hal yang mencurigakan, pihak bandara dapat melakukan pemeriksaan secara manual dengan meminta pemilik menghidupkan dan megoperasikan perangkat elektronik tersebut.

“Saya harap aturan soal pemeriksaan laptop tidak membingungkan masyarakat dan tidak dipermasalahkan lebih jauh. Ini merupakan prosedur tetap pengawasan barang terhadap penumpang. Pemeriksaan barang elektronik lewat mesin x-ray berlaku di seluruh bandara, terhadap seluruh penerbangan baik domestik dan luar negeri, tanpa terkecuali,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II) Muhammad Awaludin pun menyampaikan komitmennya terkait peningkatan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan.

“Jumlah pergerakan penumpang dan pesawat yang melonjak tinggi harus diimbangi dengan keselamatan dan keamanan penerbangan yang tinggi juga,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, AP II akan melakukan kick off safety campaign di seluruh bandara yang dikelolanya.

“Kami juga akan memanfaatkan teknologi untuk membantu meningkatan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan di semua bandara kami sehingga bisa terlaksana dengan cepat, tepat dan terukur,” tandasnya. (mtvn)

Komentar
Sedang Loading...
Memuat