HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tim Davis Indonesia Lolos dari Jurang Degradasi Setelah Kalahkan Kuwait

12

HARIANACEH.co.id, Solo — Indonesia sebagai tuan rumah berhasil memetik kemenangan pada partai keempat babak relegation play-off Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania di Lapangan Tenis Manahan, Solo, Minggu, 9 April 2017. Kemenangan diraih Christoper Rungkat yang turun menghadapi andalan Kuwait, Abdullah Maqdes.

Praktis, tumbangnya Maqdes oleh petenis andalan Merah Putih itu membuat Indonesia bertahan di Grup II ajang perebutan supremasi tenis beregu putra dunia tersebut.

Dalam laga berdurasi satu jam 35 menit itu, petenis berperingkat tunggal ke-445 dunia yang akrab disapa Christo itu menang straight set dengan skor akhir 6-1, 6-3, 6-2. Ia mengungkapkan bermain percaya diri di partai keempat ini.

“Tiga set yang saya raih bukan karena keberuntungan tapi karena saya cukup percaya diri hari ini. Selain percaya diri, rileks. Strategi menjadi sangat efisien. Penempatan bola saya cukup stabil,” ungkap Christo yang kini menyandang rekor kalah-menang 34-17 di ajang Piala Davis.

Meski mengaku cuaca di lapangan jauh lebih panas dibandingkan dengan hari sebelumnya, Christo merasa sangat siap menghadapi Abdullah Maqdes hari ini. “Secara fisik dan mental saya merasa fresh,” katanya.

Setelah kedudukan Indonesia unggul 3-1 atas Kuwait, petenis tunggal kedua Indonesia, Anthony Susanto menggenapi kemenangan tuan rumah di partai yang sudah tidak menentukan. Menghadapi Abdulrahman Alawadhi, Anthony Susanto menang dua set langsung dalam laga berformat the best of three dengan skor 6-4, 6-4.

Kapten Tim Davis Indonesia yang tak bermain, Andrian Raturandang mengaku puas dengan hasil kemenangan tim Garuda. Kemenangan ini membuat tim Davis Indonesia tetap bertahan di Grup II, tidak terdegadasi ke Grup III.

Namun Andrian mengaku, tim Indonesia tidak bisa terus menerus mengandalkan satu pemain yakni Christoper Rungkat. Seperti diketahui, selama melawan Kuwait di Piala Davis 2017, Christo terjun di tiga partai.

“Sangat disayangkan Indonesia sangat berharap pada satu pemain, Christo. Makanya kenapa kami turunkan Anthony bukan Aditya, karena itu untuk regenerasi pemain,” tutur Andrian.

Ia berharap para pemain muda tidak mudah menyerah, berlatih, mengikuti turnamen dan pertandingan. “Semua punya potensi untuk baik dari hari ini,” katanya.

Kemenangan ini membuat tim Piala Davis Indonesia tetap bertahan di Grup II Asia/Oseania. Sementara Kuwait dan Vietnam yang kalah dari tuan rumah Iran pada saat yang sama harus terlempar ke Grup III.

Indonesia telah tiga kali lolos dari jurang degradasi dalam empat tahun terakhir. Kondisi ini akan menjadi pekerjaan rumah besar bagi penerus kepengurusan PP Pelti. (mtvn)

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time