HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sebagian Great Barrier Reef Rusak Akibat Yang Ditimbulkan Siklon Debbie

Foto udara ARC memperlihatkan pemutihan Great Barrier Reef, 10 April 2017. FOTO/AFP/ARC/ED ROBERTS
14

HARIANACEH.co.id, Canberra — Siklon Debbie yang menimbulkan kerusakan di Australia dan Selandia Baru juga merusak sebagian Great Barrier Reef, kumpulan terumbu karang terbesar di dunia yang terletak di lepas pantai Queensland.

Sebagian Great Barrier Reef yang rusak menambah daftar panjang kerusakan akibat Debbie, yang telah menewaskan sedikitnya enam orang dan memutus jaringan transportasi di salah satu kompleks batubara terbesar di dunia.

Ilmuwan dari ARC Centre of Excellence for Coral Reef Studies mengatakan kerusakan di Great Barrier Reef terjadi saat Debbie menghantam beberapa bagian dari terumbu karang tersehat.

“Sayangnya, siklon merusak beberapa bagian terumbu karang yang lolos dari proses pemutihan (bleaching),” ungkap ARC, seperti dikutip Reuters, Senin 10 April 2017.

Great Barrier Reef mengalami pemutihan terburuk dalam 12 bulan terakhir, yang dipicu akibat menghangatnya suhu air laut di luar musim yang seharusnya. Meningkatnya suhu air memaksa terumbu karang menolak alga-alga hidup yang pada akhirnya membuat tubuhnya menjadi putih akibat proses kalsifikasi.

Terumbu karang yang memutih dapat pulih jika temperatur air menurun. Survei ARC menemukan bahwa hal tersebut terjadi di bagian selatan dari Great Barrier Reef.

“Membutuhkan waktu setidaknya satu dekade untuk pemulihan penuh,” kata James Kerry, peneliti senior di ARC.

Kerusakan yang terus terjadi dapat membuat komite Warisan Budaya Dunia UNESCO mempertimbangkan kembali keputusan tidak memasukkan Great Barrier Reef dalam daftar “terancam bahaya.”

Menurut data Deloitte Access Economics pada 2013, Great Barrier Reef menarik banyak wisatawan dengan nilai pariwisata mencapai AUD5,2 miliar per tahun.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat