HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Terdakwa Kasus Korupsi KTP-el Ini Sempat Marah Saat Ditanyai Lambatnya Proyek KTP-el

5

HARIANACEH.co.id, JAKARTA — Terdakwa kasus korupsi KTP-el, Irman, sempat marah ketika ditanya lamanya proyek KTP-el. Mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri itu merasa didikte dalam menjalankan proyek itu.

Mantan Direktur Keuangan Ditjen Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sambas Maulana, mengatakan, medio 2012, dirinya dihubungi Irman dan membahas rencana perpanjangan kontrak anggaran multiyears proyek KTP-el.

Anggaran multiyears seharusnya hanya dilakukan untuk tahun anggaran 2011 dan 2012. Namun, belum bisa selesai tepat waktu karena keterlambatan memulai proyek.

“Saya sampaikan ke Irman, kenapa persiapannya tidak dimulai November atau Desember tahun lalu? (2011) Kalau bisa, mungkin bisa lebih cepat,” ujar Sambas, saat bersaksi di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 10 April 2017

Irman beralasan, pelaksanaan proyek molor lantaran proses lelang tidak bisa dilakukan dengan cepat. Kepada Sambas, Irman bilang kalau proyek lelang dilakukan selama 4,5 bulan, sehingga pelaksanaannya baru bisa dimulai pada Juni 2011.

Pada saat itu, kata Sambas, Irman malah meradang. Dengan nada tinggi, kata Sambas, Irman bilang “Jangan ciba-coba dikte saya. Coba-coba menyalahkan saya.”

Kepada Irman, Sambas mengaku tak bermaksud menyalahkan. Dia hanya menyayangkan kenapa pelaksanaan tidak dilakukan lebih awal agar tidak perlu meminta perpanjangan kontrak anggaran.

Sebab, kata Sambas, sesuai aturan Bappenas, Pagu baru ditetapkan setelah proses pelelangan sudah disiapkan. Makanya, pikir Sambas, mestinya, lelang bisa dilakukan sejak Desember 2011.

Kemendagri akhirnya mengajukan pada Kementerian Keuangan untuk penambahan anggaran sebesar Rp 1.045 triliun. Duit itu untuk penyelesaian pengadaan blangko e-KTP yang belum rampung sebanyak 65.340.367 keping.

“Sisa pekerjaan 2011 dengan kebutuhan anggaran Rp 1,045 triliun dianggarkan kembali pada tahun anggaran 2013 sesuai dengan pagu yang ditetapkan Kementerian Keuangan,” kata Sambas. (mtvn)

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time