,

Achyar Rasyidi: KNPI Jangan Jadi Komite Nasional Pemuda Ingusan

Bursa Pemilihan Ketua KNPI

Achyar Rasyidi, ST.MM salah satu calon Ketua Umum KNPI Aceh 2017-2019. (HAI/Ist)

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) jangan jadi lembaga kepemudaan ingusan, artinya ingusan disini bukan maksud mengejek, KNPI perlu diperkuat dan memiliki imun yang kuat dan ampuh sehingga KNPI Aceh akan mampu melahirkan agent of change, nah itulah yang disebut dengan pemuda yang sehat.

Hal ini dikatakan tokoh muda Aceh, Achyar Rasyidi, ST, MM kepada HARIANACEH.co.id, bahwa saat ini banyak organisasi kepemudaan yang lemah dan tak berkarakter, cenderung partisan dan terkena banyak penyakit endemik. Penyakit endemik ini juga sebagai pemisalan tentang kondisi organisasi pemuda saat ini yang cenderung partisan, mudah terseret isu murahan dan dukung mendukung di tiap suksesi tanpa berdasar pada pemikiran yang baik dan rekam jejak seseorang.

“Seharusnya KNPI sebagai organisasi tempat bernaungnya organisasi kepemudaaan bisa menjadi sentral bagi pendidikan bagi pemuda yang sehat dan mencegah lahirnya pemuda ingusan. Pemuda yang sehat adalah cita-cita bagi keberadaan KNPI untuk menghilangkan keberadaan karakter kepemuda ingusan,” ujarnya Rabu 12 April 2017.

Aktivis yang juga pegiat di NGO internasional menambakan perlu perbaikan ke depan untuk membangun organisasi KNPI yang sehat bernilai dan kuat. Organisasi yang memiliki karakter yang kuat dan menjadi rujukan bagi semua pihak untuk menentukan arah pembentukan karakter pemuda yang sehat.  “KNPI Aceh mesti flash back pada konsep berdasarkan ide awal pembentukannya yang idenya merupakan gabungan dari kelompok Cipayung melalui deklarasi oleh David Napitulu pada tanggal 23 Juli 1973,” jelasnya.

Nah, lanjut Achyar, jika dilihat dari realitas manfaat keberadaan KNPI di masyarakat Aceh khususnya kaum pemuda, memang belum begitu tampak manfaat yang dirasakan oleh pemuda Aceh. “Kesan awal yang terlihat di lingkungan pemuda awam, KNPI sedikit terlihat elitis dan ekslusif sehingga belum menjadi magnet dalam mendorong lahirnya pemuda yang memiliki semangat agent of change,” tutur mantan Ketua BEM FT Unsyiah.

Achyar Rasyidi yang juga salah satu calon potensial untuk memperebutkan Ketua KNPI periode 2017-2019 ini sangat menyayangkan terjadinya dualisme kepengurusan di KNPI. “Kedepan, KNPI jangan hanya jadi organisasi yang cuma hadir acara seremonial saja dan tanpa ada bukti nyata dalam membawa perubahan untuk pemuda Aceh,” katanya.

Ketika ditanya gagasannya mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KNPI Aceh, Achyar menjawab akan merevitalisasi kembali organisasi KNPI yaitu dengan semangat menumbuhkan, meningkatkan dan mengembangkan kesadaran para pemuda sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

“Aceh memiliki kekhususan dalam hal penerapan UUPA yang menjadikan KNPI Aceh unik dan berbeda dengan provinsi lain. Meskipun KNPI masih dianggap sebagai bagian dari Orde Baru dan sempat diusulkan dibubarkan pada saat itu, namun tetaplah KNPI masih dibutuhkan kehadirannya oleh pemuda, karena ada semangat bagi KNPI untuk ikut serta dalam proses transisi reformasi sehingga membuat KNPI tetap bertahan,” jelasnya.

Achyar juga mengingatkan agar mesti adanya penyegaran kembali peran KNPI yang disesuaikan dengan konteks lokal dan realitas sosial politik nasional, lokal serta serta perlu ditarik benang merah dengan kondisi terkini dunia yang semakin tidak stabil dalam wujud new world order.[]

loading...

Akkes Aceh Utara, Ketua Komisi VI DPRA: Kami Akan Segera Kesana

BREAKING NEWS: Tujuh Rumah Terbakar di Kampung Laksana