, ,

Peran Duta Baca Dalam Meningkatkan Minat Baca di Unsyiah

Calon Data Baca Unsyiah 2017. Foto: Dokumen Pribadi

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Pemilihan Duta Baca Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) telah memasuki tahun kedua. Sama seperti tahun sebelumnya, pemenang pada pemilihan kali ini juga akan diumumkan pada malam puncak Unsyiah Library Fiesta.

Namun ada beberapa perubahan konsep acara dan penambahan materi pembekalan bagi peserta. Sebanyak 20 finalis terpilih telah menerima pembekalan mengenai literasi, shelving (pengaturan buku), komunikasi dan jurnalistik, attitude (sikap) dan table manner (adab makan). Tidak hanya itu, para finalis juga diberikan beberapa tantangan yang menguji intelektualitas, kepribadian serta kekompakan antar sesama finalis.

Gelar Duta Baca Unsyiah 2017 merupakan sebuah tanggung jawab yang besar untuk mempromosikan serta mengkampanyekan nilai positif perpustakaan unsyiah. Gelar ini bukan hanya mengenai selempang, tetapi juga apa yang dapat dilakukan oleh duta yang terpilih nantinya dalam mengemban tugas. Dalam hal ini tugas yang berat akan dipikul dengan tujuan utama yaitu menarik minat baca mahasiswa Unsyiah.

Buku, membaca dan pengetahuan adalah tiga kata yang menggambarkan perpustakaan secara umum. Lebih dari itu, perpustakaan universitas syiah kuala memiliki banyak sisi positif yang menarik untuk dijelajahi. Perpustakaan ini telah berdiri sejak tahun 1970 dan dalam perjalanannya telah mengalami banyak perubahan hingga berhasil meraih akreditasi A.

Memiliki berbagai fasilitas seperti ruang baca, ruang diskusi, mushalla, dan WiFi yang memadai. Selain itu, perpustakaan unsyiah juga memiliki inovasi baru dengan menyediakan Libri Cafe untuk menarik minat pengunjung di kota yang juga terkenal dengan kota seribu warung kopi ini.

Hal menarik lainnya yang dimiliki oleh perpustakaan Unsyiah yaitu Indian corner dan Korean corner. Disini para pengunjung dapat mengetahui lebih jauh mengenai budaya, sejarah serta wisata dari kedua negara tersebut. Dengan adanya ruang khusus ini akan menjadikan wawasan tentang negara lain akan lebih terbuka bagi para pengunjung.

Apalagi produk industri hiburan dari negara India dan Korea sangat digemari oleh remaja di Indonesia dan khususnya Aceh. Globalisasi bollywood dan K-pop telah menembus batas batas administrasi negara sehingga banyak masyarakat yang tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang kedua negara ini.

Perpustakaan unsyiah juga memiliki kegiatan Rilex and Easy setiap minggunya. Kegiatan ini menyajikan berbagai penampilan bakat seperti menyanyi, tari, musik, sulap, puisi, pantomim dan penampilan bakat lainnya.

Jadi tidak salah jika perpustakaan unsyiah dikatakan lebih dari sekedar perpustakaan. Lebih lanjut,  untuk mengakses buku juga disediakan uilis dalam bentuk aplikasi mobile sehingga memudahkan dalam pencarian buku. Berbagai inovasi dan peningkatan terus dilakukan untuk menarik pengunjung dan meningkatakan minat baca tentunya.

Dengan berbagai kelebihannya, disinilah peran duta baca unsyiah untuk membantu mengajak pengunjung agar bisa memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan.

Mubazir rasanya jika dengan segala layanan yang diberikan namun belum dimanfaatkan secara menyeluruh oleh mahasiswa Unyiah. Duta baca Unsyiah 2017 yang akan terpilih nantinya bertugas sebagai agent of change yang mempunyai tanggung jawab berat untuk mewujudkan masa depan pendidikan yag lebih baik.

 

Penulis: Mulkan Kautsar Sofyan
Email: [email protected]

loading...
Logo HAI

40 Perempuan Gayo Dilatih Semangat Kepemimpinan

Lewandowski Absen Saat Bayern Munchen Menjamu Real Madrid