HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Warga Sipil dan Pejuang Mulai Mengungsi dari Empat Kota Suriah yang Terkepung

4

HARIANACEH.co.id, Aleppo – Warga sipil dan para pejuang mulai dievakuasi dari empat kota yang dikepung oleh pemberontak dan pasukan pemerintah, pada Jumat 14 April.

“Mereka dilindungi kesepakatan yang ditengahi oleh pendukung oposisi Qatar dan sekutu rezim Iran,” seperti dikatakan koresponden AFP dan sumber setempat.

Seorang koresponden AFP mengatakan, di kota yang dikuasai pemberontak Rasyidin, Aleppo barat sedikitnya 80 bus tiba di wilayah tersebut dari Fuaa yang dikuasai pemerintah dan Kafraya di Provinsi Idlib. Sebuah sumber pemberontak di Idlib berkata kepada AFP “pelaksanaan kesepakatan dimulai di pagi hari”.

Grup pemantau berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), membenarkan evakuasi telah  dimulai.

Amjad al-Maleh warga asal Madaya — kota kecil di kawasan pegunungan — berbicara kepada AFP melalui telepon dari salah satu bus yang melaju meninggalkan kota Madaya dan Zabadani, yang dikuasai oposisi, sekitar pukul 6:00 waktu setempat.

“Kami baru saja meninggalkan kota sekarang, kira-kira 2.200 orang dalam kurang-lebih 65 bus,” tuturnya, seperti dikutip AFP, Jumat 14 April 2017.

Lebih dari 30.000 orang diperkirakan akan dievakuasi berdasarkan kesepakatan, yang dimulai pada Rabu 12 April, dengan pertukaran tahanan antara pemberontak dan pasukan pemerintah.

Sebanyak 16.000 warga Fuaa dan Kafraya diharapkan pergi menuju ke Aleppo yang dikuasai pemerintah, provinsi pesisir Latakia atau Damaskus. Warga sipil Madaya dan Zabadani kabarnya akan dibiarkan tetap tinggal di sana jika mereka memilih tidak mau pergi.

loading...