HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kota Ini Terjebak Pertempuran, 7.000 Warga Suriah Langsung Dievakuasi

5

HARIANACEH.co.id, Aleppo – Pasukan pemerintah dan oposisi Suriah sudah mengevakuasi lebih dari 7.000 orang dari empat kota yang terkepung sejak, Jumat 14 April, dalam pengungsian penduduk terkoordinasi.

Lebih dari 2.350 orang diangkut bus-bus keluar dari dua kota, Madaya dan Zabadani, dekat Damaskus. Sementara 5.000 orang lain dievakuasi dari kota-kota dikuasai pemberontak yang terkepung, Foua dan Kfraya, di provinsi Idlib utara.

Kota Madaya dan Zabadani diyakini sepenuhnya dihuni oleh penduduk Muslim Sunni. Foua didominasi Syiah dan Kfraya tetap setia kepada pemerintah Suriah, sementara provinsi Idlib sekitarnya telah dikuasai di bawah aturan militan yang didukung barat.

Kesepakatan evakuasi ditengahi oleh Qatar, yang bernegosiasi atas nama pemberontak, dan Iran atas nama pemerintah Suriah, pada Maret.

Selesainya evakuasi Jumat membuat para pengungsi itu menjadi gelombang pertama dalam rencana sejumlah perpindahan penduduk selama dua bulan untuk mengevakuasi 30.000 warga Suriah dari situasi pengepungan.

Sebanyak 3.000 orang diperkirakan naik bus dari Foua dan Kfraya, semalam. Kota-kota itu ditetapkan sepenuhnya harus dikosongkan dalam beberapa bulan mendatang.

Madaya dan Zabadani menjadi lokasi terbaru dalam sekumpulan kota yang pernah dicaplok oleh oposisi di sekitar Damaskus yang dikembalikan ke dalam kekuasaan pemerintah. Di Madaya, warga diberi pilihan untuk tinggal dan “mencocokkan” status mereka dengan pemerintah.

Jika mereka memutuskan buat menetap, mereka wajib bersumpah setia kepada pemerintah. Para pembelot militer, pembangkang, dan tentara cadangan telah diserukan agar bertugas antara enam bulan sampai satu tahun demi memulihkan angkatan bersenjata atau untuk mengajukan permohonan pembebasan.

Sebagian besar di antara sekitar 40.000 warga diperkirakan akan tinggal dan menerima persyaratan tersebut.

Amnesti serupa diperluas ke sejumlah daerah lain yang telah menyerah kepada pemerintah, termasuk Moadamiyeh, Hameh, Qudsaya, dan Lembah Barada sekitar ibukota, dan sebelumnya kawasan mayoritas pemberontak di Aleppo dan Homs.

Zabadani, bagaimanapun, sudah tidak berpenghuni. Sebanyak 160 warga terakhir yang tinggal kota itu sudah diangkut bus pergi dari sana.

“Penyelidikan internasional ke dalam jatuhnya korban jiwa dari serangan gas sarin di Khan Sheikhoun harus mencakup para ahli asal Brasil, India, Iran, dan negara-negara lainnya,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, seperti dikutip Morning Star, Sabtu 15 April 2017.

Dia bersikeras supaya inspektur dari Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) harus mengunjungi kedua lokasi, baik pangkalan udara maupun Khan Sheikhoun sesegera mungkin.

loading...