HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pemkab Aceh Barat Mudahkan Para Petani Akses ke Perbankan

10

HARIANACEH.co.id, Meulaboh — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus berupaya memberikan kemudahan masyarakat petani perikanan budi daya mendapatkan akses ke perbankan untuk menerima modal usaha.

“Kami terus berupaya memberikan akses tersebut, salah satunya saat ini sedang bergulir program pemberian sertifikat hak atas pembudi daya ikan (Sehatkan),” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat Muhammad Iqbal di Meulaboh, Sabtu.

Pada tahun 2017, kata dia, daerahnya mendapatkan kuota 50 bidang tanah (persil) dari pemerintah. Selain itu, pemkab menetapkan dua desa di Kecamatan Samatiga sebagai lokasi objek penerima manfaat setelah melengkapi berkas administrasi.

Di samping berdampak pada kemudahan masyarakat, dia berharap upaya tersebut dapat makin meningkatkan produktivitas perikanan di daerah tersebut. Pasalnya, selama ini perbandingan produksi perikanan tangkap dengan perikanan budi daya masih jauh.

Melalui program Sehatkan, pemerintah menargetkan untuk peningkatan perekonomian petani, khususnya pembudi daya ikan, petambak dapat sertifikat gratis sehingga bisa dijadikan sebagai anggunan di bank, kemudian lahan budi daya itu bisa menjadi lokasi tumpahan bantuan bibit perikanan pemerintah untuk jangka panjang.

“Kami harapkan produksi perikanan budi daya ini bisa meningkatkan jumlah produktivitas sektor perikanan di Aceh Barat secara menyeluruh. Dampak lain adalah lahan-lahan pesisir akan termanfaatkan untuk lokasi perikanan budi daya dan tertata,” katanya.

Produksi sektor perikanan di Aceh Barat selama ini, menurut dia, hanya bertumpu pada tinggi rendahnya produksi nelayan perikanan tangkap, artinya untuk kebutuhan konsumsi lokal dan kebutuhan pasar hanya bertumpu pada hasil laut.

Selama ini, lanjut dia, produktivitas dari perikanan budi daya, baik itu dari kolam, tambak, kerambah, sungai, maupun hasil muara, tidak terdata secara menyeluruh karena lokasi pembudidaya ikan masih terpencar-pencar.

Pemkab Aceh Barat juga sedang mengupayakan pola kosentrasi produksi perikanan budi daya dengan menata kawasan produksi secara administratif sehingga diketahui secara data riil jumlah produksi dan hasil perikanan budi daya di daerah itu.

“Selama ini produksi perikana air tawar itu bisa kami perhitungkan. Akan tetapi, memang untuk data secara administratif, masih rendah sebab keberadaannya terpencar, bahkan ada yang tidak terhitung karena dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Kabupaten Aceh Barat memiliki potensi perikanan secara menyeluruh mencapai 30.000 ton per tahun, baik laut, sungai (perairan umum), maupun kolam tambak dengan produksi rata-rata 30 hingga 32 ton/hari. (Antara)

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time