HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tanaman Hidroponik di Unaya Mulai Dilirik Konsumen

Mengenal Budidaya Hidroponik dan Menjadi Ladang Usaha

2

HARIANACEH.co.id, ACEH BESAR – Hidroponik adalah budidaya menanam yang memanfatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya.

Tanaman ini membutuhkan air lebih sedikit daripada tumbuhan lain yang menggunakan tanah sebagai medianya. Dengan menggunakan air yang terbatas, budidaya tanaman hidroponik akan lebih efisien. Pengelolaannya juga bisa dilakukan pada lahan yang sempit sekalipun.

“Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada budidaya dengan tanah. Jadi lebih efisien dalam pengggunaan air. Metode tanam hidroponik ini sangat cocok diterpakan di daerah perkotaan yang tidak lagi tersedia lahan karena padatnya bangunan,” ungkap Dekan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama (Unaya), Aceh Besar, Elvida Rosa SP, saat memperlihatkan jenis sayuran yang ditanam dengan metode hidroponik, Senin (17/4/2017) di pekarangan belakang Unaya.

Selain itu, Kepala Jurusan Agroteknologi Bustami juga menjelaskan, peluang usaha hidroponik saat ini cukup bagus bagi yang gemar dalam bidang bercocok tanam. Tanaman hidroponik ini sudah semakin populer, sehingga dapat sebagai peluang untuk membuka bisnis yang menghasilkan keuntungan.

“Karena sistem tanam Hidroponik sangat prospek jika dikembangkan dengan serius sebagai bisnis, dimana mudah perawatan dan harga tanaman lebih mahal daripada tanaman di lahan (tanah). Sebab, kondisi tanaman hidroponik ini lebih bagus secara batang, dan daun lebih segar dan higenis, karena terjaga dalam ruangan dari hama yang merusak,” jelasnya.

Ia menambahkan, cara membuat tanaman hidroponik tidak sulit.

Cara membuat tanaman hidroponik

Untuk pembesaran tanaman diberikan nutrisi AB Mix yang bisa dibeli di Toko Pertanian.

“Pola pemberian nutrisi AB Mix dengan cara dilarutkan dalam air dengan perbandingan satu tutup botol nutrisi sama dengan 2 liter air,” tukas Bustami.

Marzuki, seorang mahasiswa tingkat akhir mengungkapkan jika tanaman hidroponik berjenis sawi yang ditanam dilingkungan kampusnya sudah mulai dilirik konsumen.

“Pembelinya masih dosen, belum dapat memenuhi permintaan pasar karena masih skala kecil,” Katanya.

Dengan keberhasilan memanen tanaman itu untuk kedua kalinya, Dekan FP Unaya Ervida berharap agar kampus dapat menyediakan fasilitas hidroponik yang memadai dan cukup untuk produksi skala besar.

“Saat ini ada pengusaha, maupun Suzuya Mall minta produk kita di jual di sana. Karena keterbatasan kami harus menundanya dulu. Insyallah, kedepan kita doakan sama-sama pihak Universitas dapat membangun fasilitas hidroponik ini dengan lebih besar,” ujar Ervida yang selama ini bersama Bustami menggalakkannya tanaman hidroponik tersebut dengan modal swasembada.

Untuk harga, tanaman yang dihasilkan dari metode hidroponik ini cukup menjanjikan. Dalam tiga batang sawi di hargai 10 ribu rupiah. Apabila dalam sekilonya dapat meraup untung 30 ribu rupiah.

“Kan lumayan sambil belajar dapat duit,” kata dosen yang sangat ramah pada mahasiswa itu sambil tertawa. (Rahmat Hidayat)

 

Editor: Eko Densa

loading...