HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Saat Tubuh Anda Terpacu Adrenalin, Maka Hal Inilah yang Terjadi

7

HARIANACEH.co.id — Anda pasti familiar dengan kata adrenalin. Namun, apa sebenarnya arti adrenalin? Serta Bagaimana gambaran tubuh saat adrenalin meningkat?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adrenalin berarti hormon yang dihasilkan dari ekstrak kelenjar suprarenal atau kelenjar adrenal.

Menurut Marla W. Deibler, PsyD, MSCP, pendiri serta eksekutif direktur dari The Center for Emotional Health of Greater Philadelphia di Cherry Hill and Princeton, New Jersey, Amerika mengatakan, bahwa peningkatan adrenalin merupakan aktivasi intens dari sistem saraf yang disebabkan oleh pelepasan hormon adrenalin dengan kelenjar adrenal.

Menurut Dr. Deibler adrenalin meningkat terpicu dari ancaman nyata. “Namun bukan berarti Anda berada dalam situasi yang menyeramkan,” ucap Dr. Deibler.

Situasi lainnya yang bisa membuat stres atau menakutkan, mengejutkan, menarik bisa mengaktifkan adrenalin. Misalnya, dalam kasus lainnya Anda akan mempresentasikan laporan dalam meeting di forum terbuka, atau saat Anda akan menyeberang tiba-tiba ada mobil super kencang melintas.

Bisa juga saat Anda ikut lomba bernyanyi pertama kali di televisi. “Hal-hal tersebut bukan ancaman nyata yang bisa membuat Anda bahaya, melainkan situasi yang mengintimidasi Anda,” jawab Dr. Deibler.

Ketika tubuh kita menghadapi suatu stresor, otak kita menilai situasi, jika otak kita menafsirkan stresor sebagai ancaman, sistem saraf simpatik mengaktifkan adrenalin.

“Contohnya jika kita sedang berjalan tenang di sekitar rumah, tiba-tiba ada anjing galak yang dengan kencang menggonggong kita, hipotalamus kita-sebuah area dasar atau pangkal di otak kita menyalakan alarm di tubuh kita. Seketika itu, mendorong kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal, untuk melepaskan hormon seperti adrenalin (dikenal dengan epinephrine), noradrenaline (juga dikenal dengan norepinephrine), dan kortisol,” jelas Dr. Deibler.

Hormon-hormon tersebut menyebabkan efek di seluruh tubuh kita, termasuk otak kita. Ini disebut juga dengan respons fight-or-flight. “Pada dasarnya ini mempersiapkan tubuh dan pikiran kita untuk melawan atau melarikan diri dari suatu bahaya,” tutup Dr. Deibler.

loading...