,

Polisi Bongkar Rencana Aksi Teror Jelang Pilpres Prancis

Ilustrasi polisi bersenjata. (Foto: Sky News)
Ilustrasi polisi bersenjata. (Foto: Sky News)

HARIANACEH.co.id, Paris — Polisi menangkap dua terduga ekstremis yang dituduh hendak melancarkan serangan teror di Prancis.

Berita penangkapan muncul menjelang pemilihan umum presiden Prancis putaran pertama yang akan digelar pada 23 April 2017.

Menteri Dalam Negeri Matthias Fekl mengatakan dalam konferensi pers bahwa penangkapan keduanya terjadi di kota Marseille. Ia menyebut kedua pemuda yang telah “diradikalisasi” itu hendak menyerang Marseille dalam “beberapa hari ke depan.”

“Kedua pria itu diyakini hendak melancarkan aksi kekerasan menjelang pilpres Prancis,” kata Fekl kepada awak media, seperti dikutip Sky News, Selasa 18 April 2017.

Menurut seorang sumber yang mengetahui penangkapan, kedua terduga itu berumur 23 dan 29. Mereka telah dibawa dan ditahan oleh agen intelijen domestik Prancis.

Sumber itu mengatakan aparat telah memburu keduanya sejak akhir pekan lalu. Keduanya akhirnya ditangkap dalam penangkapan terpisah yang berselang beberapa menit di Marseille.

Prancis masih berada dalam status waspada tinggi sejak terjadinya serangkaian aksi teror yang dimulai pada 2015, yang menewaskan lebih dari 230 orang.

Setelah putaran pertama, pilpres ronde kedua akan digelar pada 7 Mei. Sejumlah survei menempatkan capres moderat Emmanuel Macron sebagai favorit pemenang, dengan tokoh sayap kanan Marine Le Pen di posisi kedua.

Nama-nama lain yang diperhitungkan adalah kandidat sayap kiri Jean-Luc Melenchon dan mantan Perdana Menteri Francois Fillon.

Emmanuel Macron (kanan) dan Marine Le Pen. (Foto: Sky News)
Emmanuel Macron (kanan) dan Marine Le Pen. (Foto: Sky News)

loading...

Polemik Mutasi, ⁠⁠⁠Pakar Hukum: Tindakan Pejabat Baru Wajib Dipandang Benar

Seorang Wanita Jamaika Diyakini Sebagai Manusia Tertua di Dunia