HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Gejolak di Venezuela

Kerusuhan di Venezuela Memburuk, Korban Tewas Terus Bertambah

Seorang pendemo memakai masker gas dalam unjuk rasa di Caracas, Venezuela, 24 April 2017. (Foto: AFP/RONALDO SCHEMIDT)
33

HARIANACEH.co.id, Caracas – Tiga orang tewas dalam demonstrasi lanjutan di Venezuela, Senin 24 April 2017. Total kematian dalam kerusuhan politik di Venezuela bulan ini mencapai 24 orang.

Protes di seantero Venezuela memasuki pekan keempat. Selain mendesak Presiden Nicolas Maduro untuk mundur, massa juga meminta pemilihan umum presiden dipercepat.

Seorang pria berusia 42 tahun, yang bekerja untuk pemerintah daerah di negara bagian Andean, Merida, meninggal dunia karena tembakan senjata api di bagian leher.

Padahal, dia adalah demonstran yang menggelar unjuk rasa tandingan untuk mendukung pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Seorang pria berusia 54 tewas ditembak di bagian dada saat menggelar demonstrasi di negara bagian barat pertanian Barinas.

Kematian terbaru muncul di tengah demonstrasi yang memicu penembakan dan bentrokan bermotif politik antara pasukan keamanan dengan pengunjuk rasa.

Pendemo bentrok dengan polisi di Venezuela. (Foto: AFP)

“Pemerintah ini Telah Jatuh!”

Menurut hitungan Reuters seperti dilansir Al Jazeera, Senin 25 April 2017, sebelas korban tewas saat penjarahan terjadi malam hari.

Tuntutan utama oposisi adalah menggelar pilpres dalam waktu dekat, mendesak Maduro mundur, pembebasan aktivis, dan otonomi untuk Kongres yang dipimpin oposisi. Namun demonstrasi juga didorong krisis ekonomi yang melumpuhkan Venezuela, negara kaya minyak dengan total penduduk 30 juta jiwa.

Pemerintah Maduro menuding musuh mengincar kudeta kekerasan dengan bantuan Amerika Serikat.

Demonstran memakai pakaian kuning, biru, dan merah bendera Venezuela. Mereka meneriakkan: “Pemerintah ini telah jatuh!”

Di ibu kota, pengunjuk rasa mengalir dari beberapa titik ke jalan raya utama. Ratusan orang duduk, membawa tas belanja, bermain kartu, dan melindungi diri mereka dari terik matahari dengan topi dan payung.

Di barat Tachira, titik demo lainnya, beberapa orang asyik bermain papan Ludo di jalan, sementara yang lain bermain sepak bola atau menikmati teater jalanan.

Unjuk rasa di Caracas, Venezuela. (Foto: AFP)

Maduro Tidak akan Mundur

Dalam demonstrasi di negara bagian Bolivar, seorang profesor memberikan kuliah tentang perpolitikan Venezuela. Sementara beberapa orang duduk bermain Scrabble, dan yang lainnya memasak sup di atas api kecil di jalanan.

“Di pagi hari mereka tampak damai, pada siang hari mereka berubah menjadi teroris, dan pada malam hari penyanderaan dan pembunuh,” kata pejabat senior Partai Sosialis Diosdado Cabello.

“Biar saya beritahu mereka: kami tidak gentar, Nicolas [Maduro] tidak akan mundur,” tegas dia.

Kerusuhan di Venezuela merupakan yang terburuk sejak 2014, ketika 43 orang tewas dalam kekacauan yang dipicu protes terhadap Maduro.

Protes terbaru dipicu ketika Mahkamah Agung pro-pemerintah mengambil alih kekuasaan Kongres yang dikuasai oposisi.

Pelarangan pemerintah terhadap kandidat Henrique Capriles, yang akan menjadi favorit oposisi untuk menggantikan Maduro, semakin mendorong terjadinya gelombang unjuk rasa di seantero Venezuela.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat