HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

PDAM Salurkan Air Warna Coklat ke Warga Madani

Air PDAM yang berwarna coklat kehitam-hitaman dan bau amis dirumah warga Kuta Baru, Lamprit, Kecamatan Kuta Alam 17 Mei 2017. (Foto Ist)
41

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH - Jelang Ramadhan warga Banda Aceh masih juga kesulitan mendapatkan air bersih, hal ini dirasakan warga masyarakat Lambaro Skep Kecamatan Kuta Alam dan warga Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala.

Informasi diperoleh HARIANACEH.co.id dari warga Lambaro Skep, Saifullah Hayati Nur dan Irwan, warga Jeulingke, Selasa 16 Mei 2017.

“Sudah dua mingu terakhir air sering macet, bahkan berwarna coklat kehitam-hitaman dan bau amis,” ujar Saifullah Hayati Nur.

Air yang disalurkan PDAM, tambahnya, tidak layak digunakan untuk memasak, dan jika digunakan untuk mandi, kulit langsung merasakan gata-gatal.

“Sudah berwarna coklat, terasa gatal-gatal lagi, apalagi untuk memasak, benar-benar tidak layak digunakan dan jika digunakan untuk bayi dan balita sangat berbahaya,” kata Saifullah.

Hal yang sama juga dikeluhkan Irwan, warga Jeulingke. Ia mengatakan air PDAM di Jeulingke kuning kecoklat-coklatan dan bahkan sering macet.

“Air PDAM tidak layak digunakan, airnya kuning kecoklat-coklatan dan terasa gatal,” ujar Irwan.

Irwan mengharapkan agar PDAM jelang ramadhan ini bisa menangani masalah air bersih untuk warga kota Madani.

“Krisis air bersih masalah klasik bagi warga kota Banda Aceh, belum lagi sering macet dan ini tidak bisa dibiarkan, apalagi jelang bulan Ramadhan, kebutuhan air bersih sangat mendesak, PDAM dan Pemko Kota Banda Aceh mesti merespon dengan cepat agar warga kita kalang kabut menggunakan kebutuhan primer satu ini,” tutur Irwan.

Saiful, warga Lamprit juga mengahrapakan demikian, kebutuhan air bersih bagi warga kota Madani sangat urgen dan ini mesti cepat ditangani.

“PDAM dan Pemko Banda Aceh jangan diam aja, mesti cepat respon, saya berharap agar PDAM mampu segera menyalurkan air bersih bagi warga, karena warga saat ini sangat membutuhkannya apalagi jelang bulan suci Ramadhan,” pungkas Saifullah. []

Kontributor: Kun Munawar | Editor: M. Jais Rambong

Komentar
Sedang Loading...
Memuat