,

Damaskus dan Moskow Geram, Koalisi AS Serang Pasukan Suriah

Pasukan Suriah berada di sekitar kota kuno Palmyra, 27 Maret 2016. (Foto: AFP/SANA/STRINGER)
Pasukan Suriah berada di sekitar kota kuno Palmyra, 27 Maret 2016. (Foto: AFP/SANA/STRINGER)

HARIANACEH.co.id, Damaskus — Suriah mengutuk keras serangan koalisi global pimpinan Amerika Serikat (AS) terhadap pasukan pro pemerintah, dan menyebutnya sebagai sebuah “aksi kurang ajar.”

“Pada Kamis 16.30 (waktu Suriah), koalisi internasional menyerang salah satu posisi Pasukan Arab Suriah di jalan Al-Tanf di wilayah Syrian Badia,” ucap seorang sumber militer kepada kantor berita SANA, Jumat 19 Mei 2017.

“Serangan menewaskan beberapa orang dan menimbulkan kerusakan material,” lanjutnya.

“Aksi kurang ajar oleh koalisi internasional ini memperlihatkan kebohongan dari klaim mereka dalam memerangi terorisme,” sambung sumber tersebut.

Rusia, salah satu sekutu utama Suriah, turut mengecam serangan koalisi pimpinan AS yang disebut sebagai aksi “yang tidak dapat diterima.”

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov, semua bentuk aksi yang berujung pada memburuknya situasi di Suriah akan berdampak pada proses politik.

Serangan terjadi saat delegasi pemerintah Suriah dan oposisi sedang duduk bersama dalam negosiasi damai di Jenewa, Swiss.

“Ini merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah,” tegas Gatilov.

Iran dan Rusia telah mengirim pasukan ke Suriah untuk mendukung pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad. Sementara AS dan para sekutunya terus menyerukan agar Assad dilengserkan.

Disebut-sebut sebagai hasil konkret pertama dalam dialog di Jenewa, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan dua kubu bertikai di Suriah sepakat membentuk komite pakar untuk mendiskusikan “masalah konstitusi.”

loading...
Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Davao, 16 Mei 2017. (Foto: AFP/MANMAN DEJETO)

Warga yang Merokok di Tempat Umum Akan Dipenjarakan Presiden Rodrigo Duterte

Akademisi dari Turki, Nursin Ategoslu ketika ditemui di Hotel Borobudur Jakarta dalam acara Jakarta Geopolitical Forum, Jumat 19 Mei 2017. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Tayyip Erdogan Minta Dukungan Internasional soal Pengungsi asal Suriah