HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Korea Utara: Konyol Sekali Jika Mengaitkan Kami dengan Serangan Siber

2

HARIANACEH.co.id, New York – Wakil Korea Utara (Korut) di PBB menilai tuduhan yang menghubungkan negaranya dengan serangan siber Ransomware WannaCry, sebagai sebuah kekonyolan luar biasa.

Serangan siber Ransomware WannaCry ini merebak di dunia seminggu lalu. PBB melihat serangan ini sebagai pelanggaran sanksi.

WannaCry menjangkiti lebih dari 300.000 komputer di 150 negara. Program ini mengancam mengunci akses data komputer korban, yang belum membayar tebusan dalam satu minggu setelah terjangkiti.

Peneliti dari Prancis mengatakan pada Jumat 19 Mei bahwa mereka menemukan kesempatan terakhir
untuk menyelamatkan arsip tersandi.

“Mengaitkan dengan serangan siber, yang terkait dengan Korut, itu hal sangat menggelikan,” kata Wakil Duta Besar Korea Utara di PBB Kim In-ryong, seperti dikutip Reuters, 20 Mei 2017.

“Kapan pun sesuatu aneh terjadi, itu adalah cara stereotipe Amerika Serikat (AS) dan kelompok musuh, yang memulai kampanye anti-Korut,” tegas Kim.

Laboratorium Symantec dan Kaspersky pada Senin menyampaikan bahwa beberapa kode dalam versi sebelumnya dari perangkat lunak WannaCry juga muncul dalam program yang digunakan oleh Grup Lazarus, yang menurut peneliti dari banyak perusahaan dikenali sebagai operasi peretasan oleh Korea Utara.

Juru bicara misi Italia ke PBB, yang memimpin komite sanksi Korut Dewan Keamanan PBB mengatakan pada Jumat bahwa anggota panel pakar PBB yang memantau pelanggaran sanksi telah diretas. Tidak ada rincian lebih lanjut tentang tingkat peretasan atau yang mungkin bertanggung jawab dalam kejadian tersebut.

Dewan Keamanan PBB pertama kali memberlakukan sanksi terhadap Korea Utara pada 2006 dan memperkuat langkah tersebut dalam menanggapi lima uji nuklir di negara tersebut dan dua peluncuran roket jarak jauh. Pyongyang mengancam melakukan uji nuklir keenam. (Antara)

loading...