,

Penghadangan Pesawat Militer AS di Laut China Timur Dibantah China

Pesawat militer WC-135 Constant Phoenix. (Foto: US Air Force)
Pesawat militer WC-135 Constant Phoenix. (Foto: US Air Force)

HARIANACEH.co.id, Beijing — China membantah tuduhan dari Amerika Serikat (AS) yang menyebutkan dua jet tempur Negeri Tirai Bambu menghadap sebuah pesawat militer AS, pekan ini.

Kejadian itu diketahui berlangsung saat pesawat AS WC-135 Constant Phoenix melakukan misi rutin di sekitar wilayah udara Laut China Timur. Pihak China pun mengatakan apa yang mereka lakukan sesuai dengan hukum.

“Pada 17 Mei, pesawat AS melakukan operasi di Laut Kuning (wilayah utara Laut China Timur) dan pesawat kami mengidentifikasi serta melakukan penyelidikan sesuai dengan hukum,” pernyataan Kementerian Pertahanan China, seperti dikutip AFP, Sabtu 20 Mei 2017.

“Tindakan kami sangat profesional dan aman,” jelas pihak Kemenhan China.

Pihak Angkatan Udara AS menyebutkan pesawat mereka melakukan misi rutin di wilayah udara internasional. Namun kemudian muncul dua pesawat jet Sukhoi Su-30 milik China yang menghadang.

Sama seperti China, AS menyebutkan misi ini sejalan dengan hukum yang berlaku.

“Pesawat WC-135 beroperasi sesuai dengan aturan hukum internasional. Kami masih menyelidiki insiden ini dan berdasarkan laporan dari awak kami, penghadangan itu berlangsung sangat tidak profesional,” tegas pihak AS.

Penghadangan di udara kerap terjadi di wilayah udara internasional. Tetapi militer AS akan mengecam pilot asing jika melakukan manuver berisiko atau tidak profesional.

Sementara China mendesak AS untuk menghentikan misi pengintaian untuk mencegah insiden di masa mendatang. Pesawat WC-135 juga dikenal dengan ‘pesawat pengendus’ yang didesain memindai atmosfer dari tanda aktivitas nuklir.

loading...
Presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi (Foto: AFP)

Situasi Mesir Berangsur Membaik Di Bawah Kendali Al-Sisi

Serangan siber Ransomware WannaCry ini merebak di dunia seminggu lalu (Foto: AFP)

Korea Utara: Konyol Sekali Jika Mengaitkan Kami dengan Serangan Siber