,

Situasi Mesir Berangsur Membaik Di Bawah Kendali Al-Sisi

Presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi (Foto: AFP)
Presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi (Foto: AFP)

HARIANACEH.co.id — Sejak mantan Presiden Mesir Mohamad Morsi dikudeta, keadaan Mesir berubah menjadi mencekam. Banyak demonstrasi dan kekerasan yang terjadi di setiap sudut kora, terutama daratan Sinai.

Namun, setelah pemerintahan yang baru di bawah Abdul Fattah Al-Sisi, keadaan Mesir berangsur-angsur membaik.

“Keadaan Mesir kini membaik. Terutama usaha dan upaya Pemerintah Mesir untuk memerangi kelompok Ikhwanul Muslimin yang sebagian besar ada di daratan Sinai,” tutur Mohamed Aboelfadl, seorang akademisi dari Mesir ketika ditemui di acara Jakarta Geopolitical Forum di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu 20 Mei 2017.

Di Sinai, kata dia, banyak gerakan-gerakan separatisme yang berusaha memisahkan diri dari Mesir, namun pemerintah Mesir dengan tegas menangkal tindakan ini.

Kelompok Ikhwanul Muslimin dirasa semakin kuat kekuatannya. Walaupun tidak secara jelas mereka melakukan gerakan-gerakan kekerasan, namun kelompok yang dibentuk 90 tahun yang lalu ini mempunyai kelompok-kelompok cabang yang menjalankan kekerasan tersebut.

“Banyak masyarakat dan pihak pemerintah yang tidak setuju dengan apa yang mereka lakukan sehingga pemerintah berusaha untuk melawannya karena tidak sejalan dengan pemerintahan,” ungkap dia lagi.

Setahun yang lalu, Ikhwanul Muslimin berhasil dijatuhkan dengan berujung pada pemakzulan Mesir. Para pendukun Ikhwanul yang tidak setuju dengan pemakzulan ini serta merta melakukan kekerasan di Mesir.

Tentara Mesir telah bertahun-tahun melakukan serangan terhadap militan Islam di semenanjung Sinai utara. Awal bulan ini, Presiden al-Sisi memerintahkan pengerahan militer ke seluruh Mesir setelah puluhan orang tewas dalam dua ledakan. (mtvn)

loading...
W3 Total Cache

Cara Setting W3 Total Cache Melakukan Pembersihan Cache Setiap Hari

Pesawat militer WC-135 Constant Phoenix. (Foto: US Air Force)

Penghadangan Pesawat Militer AS di Laut China Timur Dibantah China