Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Advertisement

Kebersihan RSU Tgk Abdullah Syafi’i Sangat Memprihatikan

HARIANACEH.co.id, Pidie – Persoalan kebersihan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Abdullah Syafi’i, Beureunuen, Pidie dinilai masih sangat buruk dan memperihatinkan, terutama untuk ruang rawat inap anak, selain pengap gedungnya juga sudah tidak layak.

Pembangunan jalan di lintas Trueng Campli – Pasi Lhoek, Kecamatan Glumpang Baro dan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie juga dinilai berkulitas rendah dan tidak sesusai dengan rencana pembangunannya.

Advertisement

Advertisement

Hal tersebut dikatakan oleh Mahfuddin Ismail, ketua Panitia Khusus (Pansus) III, saat menyampaikan laporannya terhadap hasil peninjauan lapangan dalam rangka persiapan LKPJ tahun anggaran 2016 dalam sidang DPRK Pidie, Senin 12 Juni 2017.

“Selain pelayanan yang baik, kebersihan rumah sakit juga harus menjadi perioritas,” ujarnya.

Dia mengakui pembangunan infrastruktur RSU Tgk Abdullah Syafi’i sudah banyak mengalami kemajuan, namun masih perlu ditingkatkan kedisiplinan dalam pelayanan dan pembangunan ke depan diharapkan harus sesuai dengan master plan.

Sementara untuk pembangunan jalan Trueng Campli – Pasi Lhoek, yang menghabiskan anggaran Rp 3,6 Miliar, juga menuai kritik dari Pansus daerah pemilihan III. “Sangat disayangkan, saat ini kondisi talud yang pembangunannya satu paket dengan jalan tersebut, banyak sudah roboh dan patah karena tidak diikat dengan tiang besi penyangga. Sehingga kondisinya sangat mengkhawatirkan,” sebut Mahfuddin.

Pansus juga menyorot pengerjaan pembangunan jalan Meunje – Geumuroh yang dikeluh masyarakat, karena tidak mengikut sertakan pembangunan talud di sisi jalan, sehingga base dan sisi jalan retak dan aspalnya berjatuhan ke lahan persawahan dan menimbulkan kerugian terhadap petani setempat.

Terhadap persolan tersebut, Pansus III telah meminta dokumen perencanaan kepada Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), namun hingga masa kerja Pansus berakhir, dinas terkait tidak menyerahkan dokumen yang diminta Pansus.

“Tindakan Dinas PUPR itu sangat tidak kooperatif, kami merasa kecewa karena fungsi pengawasan DPRK tidak dihargai,” Sebut Mahfuddin.[]

Sumber: Mediaaceh.co

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Beri Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya