HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Uni Eropa Kenakan Google Denda Sebesar Rp36 Triliun

Google kena denda dari Uni Eropa. (IB Times)
39

HARIANACEH.co.id – Google dikenai denda sebesar EUR2.42 miliar (sekitar Rp36 triliun) oleh Uni Eropa karena melanggar peraturan terkait antiturst. Keputusan ini dibuat setelah penyelidikan selama 7 tahun mengenai algoritma perusahaan pencarian asal Amerika Serikat tersebut.

Investigasi itu berakhir dengan keputusan bahwa Google telah menyalahgunakan posisi mereka sebagai pemimpin pasar secara sistematis dengan mengutamakan layanan perbandingan harga mereka sendiri.

Denda Google ini memecahkan rekor denda terbesar yang pernah diberikan oleh badan eksekutif Uni Eropa, Komisi Eropa, mengalahkan denda yang dikenakan pada Intel pada 2009, yaitu EUR1 miliar (Rp15 triliun), lapor The Verge.

Target utama dari kasus ini adalah Google Shopping, fitur perbandingan harga yang tertanam langsung pada mesin pencari Google. Dalam dokumen antitrust Komisi disebutkan bahwa Google mempersulit pesaing untuk mendapatkan trafik ke situs mereka karena mengutamakan fitur perbandingan harga mereka sendiri. Uni Eropa berargumen, Google sangat dominan di Eropa dan mereka seharusnya tidak dibolehkan menyulitkan pesaing mereka.

Sebagai bagian dari keputusan ini, Google akan diminta mengubah cara algoritma pencarian mereka dalam menentukan peringkat situs dengan tujuan untuk memberikan kesempatan yang sama pada layanan perbandingan harga lain. Jika Google tidak memenuhi permintaan ini, maka mereka akan dikenakan denda per hari.

google shopping

Dalam pernyataan resmi, EU Competition Commisioner, Margrethe Vestager memuji Google karena menghasilkan berbagai produk dan layanan inovatif. Namun, dia juga berkata, Google telah menyalahgunakan posisinya sebagai mesin pencari dominan dengan mempromosikan layanan perbandingan harganya sendiri.

“Apa yang Google lakukan dilarang di bawah peraturan antitrust EU,” ujar Vestager. “Mereka menghilangkan kesempatan perusahaan lain untuk berkompetisi berdasarkan kemampuan mereka. Dan yang paling penting, mereka membuat konsumen Eropa kehilangan pilihan dari keuntungan yang bisa didapat dari inovasi.”

Google mungkin akan mengajukan banding di pengadilan EU, yang dapat menunda keputusan akhir dari kasus ini hingga bertahun-tahun ke depan. Perusahaan itu berkata, “Kami dengan hormat menyatakan tidak setuju dengan keputusan yang diumumkan hari ini. Kami akan meninjau ulang keputusan Komisi bersamaan dengan pertimbangan untuk mengajukan banding dan kami tidak sabar untuk melanjutkan kasus kami.”

Komentar
Sedang Loading...
Memuat