HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sejak 2005, Komisi Anti Raswah KPK Sudah Diserang

Gedung KPK. (MTVN/Yogi Bayu Aji)
0 18

HARIANACEH.co.id, Jakarta —¬†Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kerap mendapat perlawanan dari para koruptor. Perlawanan sudah terjadi sejak 2005.

Mantan pimpinan KPK, Taufiqurahman Ruki, mengatakan, para koruptor tidak nyaman dengan aktivitas pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.

“Sejak 2005, pimpinan jilid satu sudah mensinyalir ada kegiatan yang kita beri nama ‘corruptor fight back’, perlawanan para tersangka terhadap pemberantasan korupsi,” kata Ruki dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 7 Juli 2017.

Ruki menjelaskan, para koruptor itu biasanya menyerang balik KPK lewat prosedur hukum. Bisa lewat praperadilan, banding, maupun gugatan. Hal tersebut dinilai masih lumrah dalam proses hukum.

Namun, selain hal-hal tersebut, para koruptor juga melemahkan pemberantasan korupsi dengan upaya-upaya sistematis, termasuk upaya melumpuhkan KPK. Hal ini dinilai sebagai salah satu langkah mundur untuk Bangsa Indonesia.

Salah satu upaya melemahkan KPK kini terlihat dari pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK. Menurutnya, Pansus Hak Angket memang hak konstitusional DPR, tapi Pansus Hak Angket ini merupakan langkah mundur dan dikategorikan sebagai upaya melemahkan KPK.

“Tolong teman-teman yang terlibat sebagai anggota DPR terhormat dan menyelenggarakan angket, berpikirlah kembali, negara ini ringkih akibat digerogoti korupsi, kok upaya-upaya pemberantasan korupsi dibuat kayak begini?” katanya.

Jika pembentukan Pansus Hak Angket KPK untuk mengkritik lembaga anti-rasywah itu, seperti yang diklaim para anggota Pansus, sebetulnya KPK bukan lembaga anti-kritik. KPK selalu terbuka menerima kritik maupun masukan dari masyarakat.

Ia meminta semua pihak, termasuk DPR menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. Apalagi, KPK dibentuk karena lahirnya reformasi.

“Tidak seharusnya dihambat dan dideligitimasi kehadirannya. Kami mengajak masyarakat bersama-sama mendukung dan mengawal KPK dalam melakukan tugas pemberantasan korupsi. Kalau tidak benar ajukan ke pengadilan, minta dipecat kalau perlu, tapi jangan lembaganya diamputasi,” katanya. (mtvn)

Komentar
Sedang Loading...
Memuat