HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Polisi Mesir Bunuh 16 Orang Bersenjata Dalam Aksi Balasan

Polisi Mesir membunuh 16 orang bersenjata dalam dua baku tembak di tempat terpisah. Foto/Istimewa
0 23

HARIANACEH.co.id — Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan petugas polisi telah menembak mati 16 orang bersenjata dalam dua baku tembak. Sebagian besar dari mereka yang terbunuh adalah buronan yang terkait dengan serangan baru-baru ini terhadap pasukan keamanan di Sinai Utara.

Sedikitnya 23 tentara tewas pada hari Jumat ketika bom mobil bunuh diri menghantam dua pos pemeriksaan militer di wilayah tersebut dalam sebuah serangan yang diklaim oleh ISIS. Itu adalah salah satu serangan paling berdarah terhadap pasukan keamanan selama bertahun-tahun.

Otoritas Mesir mengatakan bahwa orang-orang bersenjata telah melepaskan tembakan ke polisi saat mereka mendekati sebuah kamp pelatihan padang pasir untuk militan di Ismailia. Petugas membalas tembakan, menewaskan 14 gerilyawan, lima di antaranya telah diidentifikasi sejauh ini.

“Kamp itu digunakan untuk subjek rekrutmen guna program pelatihan militer mengenai penggunaan berbagai jenis senjata api dan pembuatan alat peledak,” bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri Mesir seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (9/7/2017).

Dalam sebuah pernyataan terpisah, kementerian tersebut mengatakan pasukannya membunuh dua orang yang digambarkan sebagai teroris buronan dalam baku tembak di kota Giza.

“Orang-orang yang berada di dalam sebuah apartemen, melepaskan tembakan ke pasukan keamanan segera setelah petugas mendekati untuk menangkap mereka,” katanya.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa pasangan tersebut adalah anggota kelompok militan yang baru muncul yang disebut Hasm. Kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan seorang petugas keamanan sebuah negara di luar rumahnya di Qalubiya, sebuah provinsi di utara Kairo, saat dalam perjalanan menuju sholat pada hari Jumat.

Hasm telah mengklaim beberapa serangan di sekitar Kairo yang menargetkan hakim dan polisi sejak tahun lalu.

Kelompok militan lainnya seperti Hasm, yang menurut pemerintah terkait dengan Ikhwanul Muslimin, aktif di Kairo dan kota-kota lain di mana mereka telah menargetkan pasukan keamanan, hakim dan tokoh pro-pemerintah.

Ikhwan Muslimin dilarang pada tahun 2013 setelah militer menggulingkan salah satu pemimpinnya, Mohamed Mursi, dari kursi kepresidenan setelah demonstrasi massa. Namun, kelompok ini mempertahankan diri dengan menyatakan bahwa organisasi itu adalah organisasi yang damai.

ISIS juga telah mengintensifkan serangan terhadap pasukan keamanan dan warga sipil Koptik Kristen dalam beberapa bulan terakhir, menewaskan sekitar 100 orang Koptik sejak Desember.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat