HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Studi: Ternyata Tidak Sama Depresi pada Perempuan dan Laki-laki

15

HARIANACEH.co.id — Sebuah studi menemukan bahwa depresi memberi efek yang berbeda pada otak remaja perempuan dan laki-laki. Para peneliti berharap penelitian tersebut dapat menjadi rujukan untuk membantu pengobatan pasien muda agar lebih efektif.

Studi yang dipublikasikan secara daring dalam Frontiers in Psychiatry tersebut menggunakan MRI untuk melihat bagaimana kalimat bahagia dan sedih mengaktifkan bagian otak yang berbeda pada pasien muda laki-laki dan pasien muda perempuan yang depresi.

“Otak orang dewasa depresi berbeda dengan remaja depresi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah perbedaan otak tersebut bertahan lama,” tukas paneliti Jie-Yu Chuang, seperti dikutip Medicaldaily.com.

Ilustrasi Depresi pada Remaja Perempuan. (shutterstock)
Ilustrasi Depresi pada Remaja Perempuan. (shutterstock)

Menurutnya, fokus studi tersebut adalah remaja laki-laki. Karena kebanyakan remaja depresi adalah perempuan, tak banyak informasi terkait pasien laki-laki.

Metode penelitian

Para peneliti menggunakan MRI untuk mengukur reaksi terhadap frasa dan kata-kata yang memunculkan emosi tertentu.

Dengan melakukan hal tersebut, mereka mengamati bahwa terdapat perbedaan spesifik pada gyrus supramarginal dan area korteks cingulate posterior otak di kedua jenis kelamin.

Selain itu, pasien depresi laki-laki muda juga menunjukkan penurunan aktivasi di serebelum, sesuatu yang tidak terlihat pada pasien wanita.

Depresi adalah gangguan suasana hati yang mempengaruhi pikiran, perasaan, perilaku, dan fungsi otak.

Kondisi tersebut mempengaruhi tiga bagian utama otak yaitu hippocampus, korteks prefrontal, dan amigdala.

Hippocampus bertanggung jawab untuk mengatur kadar kortisol, hormon yang dilepaskan pada saat depresi fisik dan mental.

Namun, pada penderita depresi, kadar kortisol seringkali terlalu tinggi dalam waktu terlalu lama sehingga menimbulkan masalah pada suasana hati dan ingatan.

Kadar kortisol yang berlebihan tersebut juga dapat menyebabkan korteks prefrontal menyusut, area otak yang terlibat dalam mengatur emosi dan membuat keputusan. Terakhir, depresi dapat memperbesar amigdala, area otak yang terkait dengan mengatur kesenangan dan ketakutan.

Ilustrasi Depresi pada Remaja Laki-Laki. (Shutterstock)
Ilustrasi Depresi pada Remaja Laki-Laki. (Shutterstock)

Depresi secara keseluruhan mempengaruhi pria dan wanita secara berbeda. Misalnya, depresi jauh lebih sering terjadi pada wanita, dan mereka cenderung mengalami episode seumur hidup, namun pria lebih cenderung mengalami konsekuensi serius dari depresi yang dialami, seperti penyalahgunaan zat dan bunuh diri.

Saat ini, pasien depresi kurang atau lebih diperlakukan sama, terlepas dari jenis kelamin mereka.

Meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan, berdasarkan penelitian mereka, Chuang berspekulasi bahwa perbedaan ini berakar pada ‘jaringan bawaan’ otak, bagian otak yang paling aktif saat seseorang beristirahat atau melamun.

“Salah satu kemungkinannya adalah, dibandingkan dengan anak gadis yang depresi, anak laki-laki yang depresi bisa lebih terlibat dalam memikirkan diri mereka sendiri. Akibatnya, kita mungkin akan mendorong lebih banyak aktivitas sosial untuk anak laki-laki yang depresi sebagai pengobatan,” saran Chuang, yang menekankan bahwa ini hanyalah hipotesa.

loading...