HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kenapa Kelompok Teroris Lebih Suka Menggunakan Aplikasi Telegram?

19

HARIANACEH.co.id — Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia memblokir layanan pengirim pesan Telegram, Jumat (15/7/2017). Alasan utamanya adalah karena layanan tersebut sering dipakai oleh teroris untuk berkomunikasi.

Sementara seluruh akses via peramban sudah tidak ditutup, pengguna masih bisa memakai layanan ini via aplikasi mobile. Sama-sama menggunakan teknik enkripsi dengan WhatsApp, apa yang membuatnya lebih disukai teroris?

Seperti yang sudah dijelaskan, Telegram menerapkan sistim enkripsi, alias perlindungan agar percakapan pengguna tidak bisa dibaca. Gampangnya, teknik perlindungan ini memang sama dengan WhatsApp, yang memungkinkan siapapun tidak bisa mengakses percakapan kecuali pelaku. Namun, Telegram sendiri telah menerapkannya lebih awal, dan konsep enkripsi ini sedikit berbeda serta cenderung lebih “ganas”.

Melihatnya sekilas, Telegram tidak berbeda dengan layanan pengirim pesan lainnya. Di sisi lain, salah satu fitur Telegram adalah Secret Chats yang telah muncul sejak 2014. Melalui Secret Chats, selain tidak bisa dibobol, penggunanya bisa mengatur Batasan penyimpanan percakapan yang telah terjadi, alias dihapus secara permanen.

Tidak ada backup via cloud dan ponsel membuat Anda mustahil untuk memuat ulang percakapan itu. Penghapusan percakapan bisa diatur antara dua detik sampai satu minggu. Belum selesai, Telegram juga akan memberikan notifikasi ketika ada pihak manapun yang hendak mengambil screenshot.

Sistim eknripsi ini membuatnya sebagai salah satu aplikasi pengirim pesan populer, baik secara positif maupun negatif. Tidak heran jika teroris lebih menyukai layanan ini, terutama ISIS.  Sebagai contoh, tahun 2015, koordinasi serangan teroris di Paris, Prancis, dilakukan via Telegram.

Jika melihat secara global, bukan Indonesia saja yang bersikap keras terhadap Telegram. Dikutip dari Newsweek, Rusia juga menunjukkan ketegasannya dengan meminta pihak Telegram untuk memasang infrastruktur di negaranya, jika ingin Telegram dipakai oleh warganya.

Selain itu, penggunanya juga harus mendaftarkan identitas asli sebelum memakai Telegram. Alasannya agar pemerintah bisa mendapatkan akses ketika melakukan penyelidikan. Kebijakan ini diambil setelah Telegram dipakai untuk melakukan serangan bom di statsiun St. Petersburg.

Telegram
Telegram
Price: Free
  • Telegram Screenshot
  • Telegram Screenshot
  • Telegram Screenshot
  • Telegram Screenshot
  • Telegram Screenshot
  • Telegram Screenshot
  • Telegram Screenshot
  • Telegram Screenshot
  • Telegram Screenshot
  • Telegram Screenshot
  • Telegram Screenshot
  • Telegram Screenshot
  • Telegram Screenshot
  • Telegram Screenshot
loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time