HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Irwandi Akan Segera Lanjutkan Pembangunan Terowongan Geurutee

14

HARIANACEH.co.id, Banda Aceh — Gubernur Aceh, drh Irwandi Yusuf MSc menyatakan akan melanjutkan program pembangunan terowongan Geurutee yang melintasi kawasan Gunung Paro, Gunung Kulu, hingga Gunung Geurutee.

Irwandi akan meminta pemerintah pusat untuk mendanai megaproyek yang sudah digagas pada masa pemerintahan Zaini Abdullah itu.

“Kita tetap berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk pembangunan jalan terowongan di kawasan Gunung Paro, Gunung Kulu, dan Gunung Geurutee yang merupakan ruas jalan nasional menghubungkan Banda Aceh dan Aceh Jaya,” kata Irwandi sesuai melantik Drs HT Irfan TB-Tgk Yusri S sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Jaya di gedung DPRK setempat, Selasa (18/7).

Menurutnya, akses jalan menjadi suatu keharusan untuk dibangun demi melancarkan arus ekonomi antarwilayah, termasuk wilayah barat- selatan Aceh. “Terkait pembangunan terowongan Geurutee, secara bersama kita akan tetap melakukan pendekatan dengan pusat, namun di tingkat daerah berbagai kesiapan juga harus dilakukan,” timpalnya.

Seusai pelantikan, Gubernur Irwandi menegaskan optimismenya bahwa pembangunan terowongan Geurutee bisa terwujud. Namun, untuk saat ini, kata pria yang akrab disapa dengan Teungku Agam ini, terowongan tersebut belum begitu mendesak karena tak ada komoditas dari barat-selatan Aceh yang bisa dibawa ke Banda Aceh atau sebaliknya lewat jalan itu.

“Sekarang belum begitu penting karena belum ada komoditas yang dibawa dari sini. Tapi itu lebih kepada simbol kebanggaan masyarakat barat-selatan Aceh. Mudah-mudahan dengan adanya terowongan itu nanti kalau ada komoditas yang dibawa ke sana akan mempermudah,” kata Gubernur Irwandi.

Kendati demikian, Irwandi juga mengakui bahwa saat ini jalan di Gunung Geurutee sempit dan rawan kecelakaan. Untuk itu, Irwandi meminta setiap pengendara agar berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut. “Jalan sempit memang seperti sekaranglah, hati-hati memakainya. Memang tronton besar tidak lewat,” katanya.

Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) ini juga menyampaikan bahwa program terowongan Geurutee masih sebatas ide dan belum bisa direalisasi. “Terowongan Geurutee boleh dikatakan baru tahap ide. Belum ada persiapan apa pun secara fisik. Jadi. kalau masih ide masih pikir-pikir modelnya bagaimana? Rancangan programnya pun belum,” tukas Irwandi.

Suami Darwati A Gani ini juga tak bisa berjanji bahwa pembangunan terowongan itu akan terlaksana pada masa pemerintahannya. “Kalau bisa dibangun semasa saya, kalau tidak ya pada masa setelah saya lagi. Kita selalu optimis akan terowongan ini,” ucap Irwandi santai.

Menurutnya, yang terpenting dalam pembangunan terowongan Geurutee adalah dana. Dana yang dibutuhkan untuk proyek ini tidak sedikit. Karena itu, ia meminta pemerintah pusat untuk membiayai proyek terowongan itu. “Yang penting dana. Biayanya itu kurang lebih tiga tahun Dana Otsus,” ujarnya.

Sementara itu, pihak ketiga baru mau mengucurkan dana untuk proyek tersebut apabila ada potensi ekonominya dari daerah itu yang ditawarkan. Sedangkan perkembangan ekonomi Aceh secara keseluruhan masih stagnan. “Pihak ketiga selalu akan melihat potensi ekonominya. Ada ekonominya tidak, investaor akan mencari itu,” demikian Irwandi.

Gubernur Irwandi Yusuf juga secara khusus meminta Bupati Aceh Jaya, Drs HT Irfan TB, untuk menertibkan ternak yang masih banyak berkeliaran di sepanjang jalan yang dibangun USAID di kawasan Aceh Jaya. Ini penting ditindaklanjuti, mengingat sudah banyak pengendara mengalami kecelakaan akibat menabrak sapi atau kerbau yang berkandang di jalan.

“Segera lakukan penertiban ternak yang berkeliaran di jalan, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Irwandi saat memberi sambutan seusai melantik Irfan-Yusri di Gedung DPRK Aceh Jaya, Selasa (18/7).

Dokter hewan jebolan Universitas Syiah Kuala ini menyatakan, pemerintah harusnya mengutamakan kedaulatan masyarakat daripada kedaulatan sapi. “Seharusnya kedaulatan sapi tidak melebihi kedaulatan manusia,” imbuhnya.

Untuk menjalankan program tersebut, Irwandi meminta bupati memberikan instruksi kepada camat untuk menertibkan ternak di wilayahnya masing-masing. “Telah lebih 10 orang meninggal akibat banyaknya sapi di jalan. Alangkah lucu ketika kita mempromosikan pariwisata, tetapi ternak masih berkeliaran di jalan,” kata Irwandi.

Ia tambahkan, imbauan itu harus segera disosialisasikan agar masyarakat luas tidak melepaskan ternaknya di jalan. “Kalau masih dibiarkan berkeliaran di jalan, maka polisi dan tentara tahu harus melakukan apa, kan ada aturannya?” tukas dia.

Menanggapi permintaan itu, Bupati Aceh Jaya, Drs T Irfan TB, berjanji pada tahun 2018 tak ada lagi ternak yang berkeliaran di jalan umum dalam Kabupaten Aceh Jaya. Ia tak membantah bahwa hal itu banyak mengundang kecelakaan yang menyebabkan korban nyawa dan cedera, akibat menabrak ternak tersebut.

“Ke depan perlu adanya penekanan terhadap aparat penertiban supaya pada tahun 2018 mereka benar-benar bekerja efektif sehingga tak ada lagi ternak yang berkeliaran di jalan,” kata Irfan TB. (serambi)

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time