HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Akibat Buruknya Manajemen Wing Air, Penumpang Gagal Hadiri Pelantikan Bupati Simeulue

6

HARIANACEH.co.id, Banda Aceh — Apa hendak dikata, niat hati untuk menghadiri undangan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Simeulue priode 2017-2022 pupus sudah. Pasalnya, pesawat Wing Air dengan nomor penerbangan IW 1240 merubah jadwal penerbangan sesuka hati. Semestinya pesawat tersebut berangkat pada Rabu (19/07) pukul 13.15 WIB, namun tiba-tiba pihak penerbangan menyatakan delay dan akan berangkat pada 15.15 WIB. Hal ini dialami oleh dua tokoh muda Barat Selatan (Barsela), Maulizar dan Doktor Yasar beserta beberapa penumpang lainnya untuk tujuan yang sama.

“Sebagai penumpang kami bisa memaklumi alasan delay tersebut dan kamipun menunggu tidak jauh-jauh dari pintu 6, lokasi yang ditunjuk sebagai pintu keberangkatan. Tetapi pukul 14.30 tidak terlihat jelas tanda-tanda keberangkatan. Kami tidak mendengar adanya panggilan dari pusat informasi melalui mikrofon yang biasanya sangat sibuk jika ada penumpang yang terlambat. Sehingga pukul 14.45 kamipun memberanikan diri bertanya ke petugas apakah ada kemungkinan delay lagi.” sebut Maulizar kepada HARIANACEH.co.id dalam keterangan tertulisnya.

Maulizar juga menambahkan bahwa dirinya sangat terkejut dengan jawaban yang disampaikan pihak manajemen Wing Air.

“Alangkah terkejutnya kami ketika mendapat jawaban pesawatnya sudah terbang. Dengan sedikit memelas kami berusaha minta kompensasi agar pesawat yang sedang bersiap-siap tinggal landas itu menunggu kami. Namun hal itu tidak memiliki titik temu dan pesawatpun melanjutkan penerbangannya. Padahal jadwal keberangkatan 15.15, artinya masih ada waktu setengah jam untuk berangkat.”

Maulizar sangat kecewa dengan kejadian yang dialami, pasalnya pelantikan Bupati Simeulue juga akan berlangsung di hari yang sama.

“Terus terang kami sangat kecewa dengan kejadian ini karena pesawat ke Simeulue hanya ada satu-satunya. Kami sabar menunggu tetapi main tinggal saja. Kalau disebabkan oleh kelalaian kami maka hal seperti ini dapat diterima. Tetapi ini kami memang dalam posisi siaga menjaga keberangkatan pesawat. Dan kami berada di area ruang tunggu yang tidak mungkin lost dengan keberangkatannya,” sebut Maulizar dengan kekecawaan mendalam.

Tambah Maulizar, Kami sangat menyesali keadaan yang tidak kooperatif pihak Wing Air ini. “Setelah berusaha mencari jalur alternatif, akhirnya kami hanya bisa menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah baru kabupaten Simeulue akibat gagal memenuhi undangan pelantikannya,” sebut Maulizar.

Maulizar juga brharap, dengan terjadinya penundaan penerbangan ini, berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Simeulu yang akan dilantik hari ini (20/07) memprioritaskan perhatiannya untuk menata sistem transportasi baik udara maupun laut, sehingga Simeulue lebih mudah diakses.

Kekecewaan yang sama juga diutarakan Doktor Yasar yang juga Dosen Fakultas Pertanian Unsyiah, aksesibilitas merupakan salah satu syarat utama untuk membuat Simeulue menjadi lebih maju dan berkembang ke depan. Transportasi itu pintu masuk, bagaimana mungkin maju jika orang luar susah masuk dan orang dalam pula susah untuk keluar.

“Kepada manajemen Wing Air kami juga berharap untuk lebih profesional dalam melayani warga. Jangan karena menjadi maskapai satu-satunya terus boleh bertindak sesukanya,” pungkas Doktor Yasar menumpahkan kekecewaannya. []

loading...