HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Anak-Anak Dambakan Kota Tanpa Rokok dan Bullying

4

HARIANACEH.co.id — Kegiatan Forum Anak Nasional 2017 yang diselenggarakan di Hotel Labersa, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau selama 3 hari ini kembali berlanjut meriah.

Pada hari kedua, Kamis (20/7), para peserta yang berasal dari berbagai daerah dengan antusias menerima materi, mulai dari bagaimana mendapatkan informasi, mencari tahu tentang sebuah informasi, bagaimana menyampaikan dan menerima pendapat.

Para Liaison Officer (LO) pun menyampaikan materi dengan cara yang kreatif, seperti lewat game, diskusi, dan juga melalui berbagai penampilan anak, sehingga tiap materi yang diterima tidak membuat bosan dan jenuh.

Salah satu materi penting yang diberikan kepada peserta pada hari kedua, berbicara tentang anak sebagai Pelapor dan Pelopor (2P).

Pelapor jika ada yang tidak berkenan mereka lihat, dengar, atau rasakan, kemudian pelopor dengan ikut memberikan suara.

Pada pukul 19.00 WIB, anak-anak berkumpul di ballroom Hotel Labersa. Perwakilan Forum Anak Daerah yang berjumlah 525 orang, datang dari berbagai kabupaten/kota kemudian dibagi menjadi 13 kelompok.

Dalam kelompok, panitia memberikan tema tertentu, misalnya saja mengenai bahaya rokok, internet, kemudian kota layak anak, dan sebagainya. Selanjutnya, topik tersebut akan mereka bahas bersama, mulai dari persoalannya hingga solusi yang mereka tawarkan atas persoalan tersebut.

Tujuan diadakannya diskusi ini untuk memancing anak belajar menyampaikan pendapat mereka dan bagaimana mereka menyikapi suatu persoalan.

“Bagi saya ini tidak hanya sekedar materi atau ilmu untuk diingat saja. Bahkan, saya juga terinspirasi berupaya untuk menciptakan sesuatu yang saya peroleh dari sini. Menurut saya, kota yang layak anak adalah kota yang terbebas dari hal-hal yang berbahaya bagi anak, misalnya rokok, mulai dari penjualan rokok, hingga spanduk rokok,” ujar salah seorang peserta, Abizar Givari.

“Selain itu, kota layak anak seharusnya juga sudah tidak ada lagi bullying, tidak ada lagi diskriminasi dan kekerasan terhadap anak. Pemerintah harus bisa menjamin kota tersebut layak bagi anak, dan masukan ini akan kita coba sampaikan kepada pihak pemerintah nantinya,” tutur siswa SMA 3 Palopo, Sulawesi Selatan ini.

Sementara itu, salah seorang siswa SMAN 1 Lubuk Alung, Sumatera Barat, Miftahul Azurianda mengatakan, semua materinya menarik sekali.

“Di sini saya banyak baru tahu ilmu tentang anak, serta landasan hukum, bahwa anak ternyata dilindungi khusus, dan punya aturan khusus yang mengatur hal tersebut. Sehingga kita merasa mendapat tempat,” kata dia.

Para anak yang mengikuti kegiatan 2P tersebut semuanya dibaurkan dan dicampur dari berbagai daerah, sehingga satu sama lain menjadi kenal dan bersahabat.

Kegiatan hari kedua ini berlangsung hingga pukul 22.00 WIB. Sedangkan untuk Jumat (21/7) akan dilaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya adalah action plan suara anak Indonesia, hingga pemilihan pengurus Forum Anak Nasional 2017-2019. (Tribunnews.com)

loading...