HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Desa Budaya Sasadu di Halmahera Barat

0 32

HARIANACEH.co.id, Jakarta — Mengunjungi suatu wilayah di Indonesia memang akan memberikan pengalaman berkesan. Sebab selain alamnya yang tidak perlu diragukan lagi keindahannya, Indonesia juga menyimpan banyak kekayaan budaya.

Hal ini dibuktikan oleh tim Daihatsu Terios 7 Wonders Wonderful Moluccas (7WWM) yang berkunjung ke Halmahera Barat, Maluku Utara. Tim berkesempatan mengunjungi Desa Budaya Sasadu.

Setibanya di Desa Budaya Sasadu, tim 7WWM dipertemukan dengan masyarakat Halmahera yang masih menjunjung tinggi adat dan budayanya. Beragam tradisi yang memiliki filosofi masih menjadi pegangan hidup mereka, khususnya bagi masyarakat Jailolo.

Contohnya rumah adat Sasadu yang masih menyimpan ragam filosofi dari bentuk arsitekturalnya. Setiap sudut bangunan memiliki konsep dan pengertian yang berbeda.

Misalnya kerangka bangunan dibuat dari kayu pohon kelapa dan bambu. Sedangkan paku pasaknya masih menggunakan kayu di setiap struktur bangunan. Begitu pula dengan bola-bola yang digantung pada bilah kayu di ujung atap. Bola-bola tersebut menyimbolkan kaki yang berarti kestabilan.

Pengunjung yang ingin masuk ke dalam rumah adat Sasadu harus merundukkan kepalanya sebab bangunan memang dibuat pendek. Bagian bangunan ini menjadi tanda penghormatan bagi pengunjung tamu kepada tuan rumah. Jika diterapkan pada kehidupan sehari-hari, setiap orang harus selalu hormat dan patuh dengan adat.

Bangunan rumah adat Sasadu juga menyimpan simbol toleransi yang tinggi. Bisa dilihat dari setiap sudut bangunan yang punya arti tersendiri bagi adat istiadat masyarakat Jailolo.

Selain rumah adat, masyarakat setempat juga masih melakukan ritual Orom Sasadu. Ritual ini merupakan upacara syukur masyarakat Jailolo atas hasil panen.

Namun kini ritual tersebut dilakukan tidak terlalu mistis dan melibatkan semua lapisan masyarakat Dalam ritual tersebut, ungkapan rasa syukur diucapkan saat panen tiba yang dipimpin oleh ketua suku. Ritual ini dilakukan dua kali dalam setahun yakni saat pesta panen.

Tim Daihatsu Terios 7 Wonders Wonderful Moluccas disambut oleh tarian di Desa Budaya Sasadu
Tim Daihatsu Terios 7 Wonders Wonderful Moluccas disambut oleh tarian di Desa Budaya Sasadu

Contohnya rumah adat Sasadu yang masih menyimpan ragam filosofi dari bentuk arsitekturalnya. Setiap sudut bangunan memiliki konsep dan pengertian yang berbeda.

Misalnya kerangka bangunan dibuat dari kayu pohon kelapa dan bambu. Sedangkan paku pasaknya masih menggunakan kayu di setiap struktur bangunan. Begitu pula dengan bola-bola yang digantung pada bilah kayu di ujung atap. Bola-bola tersebut menyimbolkan kaki yang berarti kestabilan.

Pengunjung yang ingin masuk ke dalam rumah adat Sasadu harus merundukkan kepalanya sebab bangunan memang dibuat pendek. Bagian bangunan ini menjadi tanda penghormatan bagi pengunjung tamu kepada tuan rumah. Jika diterapkan pada kehidupan sehari-hari, setiap orang harus selalu hormat dan patuh dengan adat.

Bangunan rumah adat Sasadu juga menyimpan simbol toleransi yang tinggi. Bisa dilihat dari setiap sudut bangunan yang punya arti tersendiri bagi adat istiadat masyarakat Jailolo.

Selain rumah adat, masyarakat setempat juga masih melakukan ritual Orom Sasadu. Ritual ini merupakan upacara syukur masyarakat Jailolo atas hasil panen.

Namun kini ritual tersebut dilakukan tidak terlalu mistis dan melibatkan semua lapisan masyarakat Dalam ritual tersebut, ungkapan rasa syukur diucapkan saat panen tiba yang dipimpin oleh ketua suku. Ritual ini dilakukan dua kali dalam setahun yakni saat pesta panen.

Tarian oleh anak-anak Desa Gamtala, Jailolo, Halmahera Barat
Tarian oleh anak-anak Desa Gamtala, Jailolo, Halmahera Barat

 

Kekayaan budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Halmahera Barat juga ditunjukkan dari tariannya. Buktinya, tim 7WWM disambut oleh anak-anak Desa Gamtala, Jailolo dengan Tari Penyambutan dan Sara Dabi-Dabi.

Tarian ini sangat menarik ditambah dengan alunan musik berupa kentongan, gong, dan tifa yang mengiringinya. Ketua Adat Gamtala Jailolo, Thomas Salasa pun turut menyambut tim 7WWM.

“Rumah adat Sasadu untuk semua. Tidak terbatas untuk satu golongan saja. Suku dan agama manapun bisa menggunakan Sasadu ini untuk beraktivitas,” ujar Thomas.

Pemerindah Daerah Halmahera Barat pun menyertakan ritual ini ke dalam Festival Teluk Jailolo yang digelar setiap tahun. Wisatawan lokal maupun dari luar wilayah Halmahera bisa berkunjung ke sini menikmati sajian upacara budaya.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat