HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Di Aceh Barat, Harga Garam Beryodium Rp15.000/kg

11

HARIANACEH.co.id, Meulaboh — Dinas Perdagangan Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mencatat harga garam beryodium naik dari Rp12.000 menjadi Rp15.000/kg, mengikuti harga tebus dari distributor.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Aceh Barat, Said Fauzi, di Meulaboh, Jumat, “Hasil pentauan petugas kami di pemasok garam, kebutuhan garam di Aceh Barat cukup untuk masyarakat, memang beberapa hari ini terjadi kenaikan akibat tingginya harga tebus ditingkat distributor Sumatera Utara.”

Dalam laporan perkembangan harga bahan pokok penting dan strategis di Kabupaten Aceh Barat dirincikan bahwa harga jual borongan garam beryodium Rp14.500/zak isi (2 kg), sementara untuk eceran seharga RpRp15.000/kg.

Harga tersebut mengalami kenaikan sekitar 20 persen dari harga pada awal pekan, Senin (17/7) dengan harga Rp11.800/kg untuk borongan dan Rp12.000/kg untuk eceran, kenaikan tersebut dipicu semakin mahalnya harga tebus pada distributor.

Said Fauzi menuturkan, meskipun terjadi lonjakan harga yang belum bisa teratasi tersebut, belum berdampak pada kelangkaan, hanya pasokan yang terbatas pada tempat penjualan tertentu, sementara untuk persediaan secara menyeluruh masih mencukupi.

“Bukan karena langka, tapi karena harga tebus pada distributor yang semakin tinggi. Hasil pantuan dan pendataan petugas untuk persediaan barang masih mencukupi, walaupun tidak semua tempat penjualan bisa ditemukan,”imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, di daerah tersebut tidak ada distributor garam, demikian juga tidak ada industri maupun usaha masyarakat yang memproduksi garam lokal (kampung) sehingga saat terjadi gejolak kenaikan begitu sangat terasa dampaknya.

Meskipun tidak ada produsen garam lokal, akan tetapi penjualan garam kampung bisa ditemukan pada tempat-tempat usaha dagang, namun harganya juga mengalami kenaikan mengikuti tren harga garam beryodium kemasan.

Untuk harga garam non yodium biasanya Rp9.000/kg naik menjadi Rp13.000/kg, selama ini harga garam kampung memang relatif lebih mahal ketimbang harga garam yang dipasok dari Medan Sumatera Utara ke wilayah Meulaboh dan sekitarnya.

“Ke depan harganya kita harapkan harganya makin turun, kita melihat upaya pemerintah pusat terus melakukan upaya-upaya mengstabilkan harga dan ketersediaan bahan baku. Kita di daerah juga demikian,” katanya.

Saat kondisi normal harga jual garam kemasan Rp8.000 (isi 2 kg) dengan 20 kemasan kecil, para pedagang kecil masih bisa menjual dengan harga Rp500/kemasan, sementara saat ini harga jual sudah Rp30.000/zak, sehingga harga enceran kemasan Rp3.000/kemasan. (Antara)

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time