HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Di Kota Tua Yerusalem Kini Dipasang Kamera CCTV Baru Oleh Israel

Muslim memprotes pembatasan akses masuk ke Masjid Al-Aqsa. (Foto: EPA/ABIR SULTAN/AAP)
0 27

HARIANACEH.co.id, Yerusalem — Israel memasang kamera pengawas CCTV terbaru, Minggu 23 Juli 2017, di pintu masuk ke situs suci di Kota Tua Yerusalem.

Saat ini, para pejabat Israel mulai mempertimbangkan “alternatif” untuk detektor logam yang dipasang di pintu masuk ke Masjid Al-Aqsa. Pemasangan detektor memicu unjuk rasa berujung bentrok antar warga Palestina dengan pasukan Israel di wilayah tersebut.

Israel memasang detektor logal setelah pekan lalu setelah sekelompok pria bersenjata melepaskan tembakan dari Kompleks Masjid Al-Aqsa. Tembakan menewaskan dua polisi Israel.

Detektor logam dianggap perlu demi mencegah lebih banyak serangan. Namun Muslim Palestina muduh Israel hanya berusaha memperluas kontrolnya di Kompleks Masjid Al-Aqsa.

Tiga warga Palestina tewas dalam bentrokan di sekitar Kota Tua Yerusalem pada Jumat 21 Juli. Itu merupakan kekerasan jalanan terburuk sejak beberapa tahun terakhir di area tersebut.

Setelah kematian tersebut, seorang warga Palestina menikam tiga warga Israel.

Mayjen Yoav Mordechai, yang mengepalai badan pertahanan Israel untuk urusan sipil Palestina, mengatakan negaranya terbuka terhadap alternatif untuk menurunkan ketegangan.

“Satu-satunya yang kami inginkan adalah memastikan tidak ada yang bisa masuk dengan senjata lagi dan melakukan serangan kembali,” katanya.

“Kami bersedia mempertimbangkan alternatif detektor logam selama solusi itu memastikan pencegahan dari serangan berikutnya,” lanjutnya seperti dinukil Al Jazeera, Minggu 23 Juli 2017.

Namun, Mufti Yerusalem, Sheikh Muhammad Hussein, mengatakan kepada Voice of Palestine bahwa dia menuntut pengembalian lengkap dari status quo selama ini, yakni komplek Masjid Al Aqsa bagi Muslim dan Bukit Bait Suci di kalangan Yahudi.

Sementara itu atas dorongan Pemerintah Indonesia, PBB telah mengeluarkan komunike mengenai situasi terkini di Masjid Al-Aqsa.

Duta Besar RI untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie menegaskan pembatasan akses untuk Muslim ke Masjid Al-Aqsa adalah bentuk agresi sembrono dari Israel.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat