HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Jaksa Musnahkan Dua Senpi Pada Hari Bakti Adhyaksa ke-5

Anggota TNI memotong senjata api laras panjang jenis AK-56 sebagai barang bukti (BB) saat memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-57 Kejaksaan di Kantor Kejari Pidie, Sabtu (22/7). Senpi itu disita polisi dari pelaku penembakan warga Gampong Cot Cantek, Kecamatan Sakti, Pidie
0 28

HARIANACEH.co.id, SIGLI — Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie memusnahkan dua pucuk senjata api (senpi) pada Hari Bakti Adhyaksa ke-57 di Kantor Kejari tersebut, Sabtu (22/7). Senpi yang dimusnahkan itu merupakan sisa konflik Aceh yang sebelumnya dijadikan barang bukti (BB) dalam perkara tindak pidana yang telah memiliki putusan inkrah.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pidie, Efendi SH MH, Sabtu (22/7) mengatakan, pemusnahan senjata dilakukan terpisah dengan pemusnahan amunisinya. Pemusnahan amunisi berupa peluru pistol dan AK-56 dilakukan di lapangan tembak Polres Pidie di Gampong Karieng, Kecamatan Grong-Grong.

Selanjutnya, pemusnahan senapan AK-56 bersama megazine dan satu pucuk pistol buatan China dilakukan di Kantor Kejari Pidie. Pemusnahan senjata dilakukan anggota TNI Kodim 0102 Pidie dengan memotong menggunakan mesin pemotong.

Kata Kajari Efendi, pistol yang dimusnahkan itu merupakan BB dalam perkara penembakan terhadap kader Partai Nasional Aceh (PNA) Kabupaten Pidie, T Muhammad Zainal Abidin (35) alias Cekgu pada tahun 2013. Sedangkan AK-56 merupakan BB dalam perkara penembakan Ibrahim warga Gampong Cot Cantek, Kecamatan Sakti tahun 2016.

“Kedua perkara tersebut telah memiliki putusan hukum tetap atau ikrah,” demikian Efendi. Upacara memperingati Hari Bhakti Adhyaksa Kejaksaan Negeri Pidie, kemarin, dipimpin Kajari Pidie, Efendi MH. Kegiatan itu juga dirangkai dengan pemberian hadiah kepada anak didik yang berprestasi di lingkungan Kejari Pidie dan pemusnahan narkoba. (Serambi)

Komentar
Sedang Loading...
Memuat