HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Produksi Telur Ayam di Indonesia Menurun Tajam

0 9

HARIANACEH.co.id, Tasikmalaya — Harga kebutuhan pokok di setiap pasar tradisional secara bertahap telah mengalami kenaikan pada musim kemarau seperti halnya terjadi pada telur ayam, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah.

“Musim kemarau dan cuaca dingin sangat terasa bagi peternak ayam petelur berada di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya dan Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis terutama produksi telur ayam yang biasanya bisa mencapai ratusan kilogram kini kondisinya menurun dipengaruhi cuaca ekstrem beberapa bulan lalu hingga sekarang ini,” kata peternak ayam petelur, Nandang, Minggu 23 Juli 2017.

Nandang mengatakan, cuaca ekstrim yang terjadi sekarang ini membuat produksi telur ayam yang berada di kampungnya telah mengalami penurunan secara bertahap terutama akibat kondisi cuaca tidak penentu setiap harinya. Sementara turunnya penghasilan telur ayam petelur sampai sekarang ini telah mencapai 50 kilogram (kg).

“Musim dingin pada musim kemarau sekarang ini hanya bisa mendapatkan telur ayam 40-50 kg, tetapi dalam kondisi cuaca bagus hanya bisa mendapatkan 100-150 kg dari 2.000 ayam petelur. Sedangkan banyak peternak ayam petelur mengalami kerugian cukup besar terutama turunnya telur dan banyak ayam peliharaan mati secara mendadak,” paparnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Induk Cikurubuk Augus mengungkapkan kebutuhan pokok pada musim kemarau sekarang secara bertahap mengalami kenaikan terutama terjadi pada bawang merah semula Rp18 ribu per kg naik menjadi Rp25 ribu per kg, telur ayam Rp20 ribu per kg, bawang putih Rp36 ribu per kg, dan cabai merah kriting Rp40 ribu per kg. Sementara itu kebutuhan sayuran masih dalam kondisi stabil termasuk beras.

“Musim kemarau sekarang ini masih ada beberapa petani masih melakukan tanam berupa padi, cabai merah, cabai rawit, sayuran tetapi di daerah yang memiliki daratan tinggi tidak lagi menanam karena kondisinya telah mengalami kekeringan seperti halnya di Kecamatan Pancatengah, Cikalong, Cipatujah dan Bojonggambir,” jelas dia.

Augus mengatakan, pasokan kebutuhan pokok untuk tiap pasar tradisional berada di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya tetap memenuhi kebutuhan dilakukan di Kabupaten Garut, Ciamis, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sementara, kebutuhan bawang dan cabai cukup stabil tetapi yang paling stabil kebutuhan beras karena disuplai dari Singaparna, Banjar dan luar Tasikmalaya.

“Kebutuhan beras di tiap pasar tradisional Ciburubuk, Pancasila, Singaparna, Rajapolah dan beberapa pasar lainnya masih cukup. Karena setiap minggunya terus disuplai dari beberapa daerah di Priangan Timur termasuk di luar daerah, dan harganya masih tetap stabil dengan harga Rp10.000 per kg,” pungkasnya. (mtvn)

loading...