HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Rudal Korea Utara Isunya Akan Diluncurkan ke Hawaii

0 28

HARIANACEH.co.id, Honolulu — Negara bagian Hawaii sedang merumuskan rencana kesiapsiagaan dari serangan rudal Korea Utara (Korut). Ancaman itu telah membuat cemas para pegiat pariwisata Negeri Aloha.

“Kami tidak ingin menimbulkan tekanan yang tidak semestinya bagi masyarakat,” kata Vern Miyagi, administrator Badan Urusan Darurat Hawaii, dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh media setempat.

“Kami tidak sabar memulai kampanye informasi publik demi memastikan bahwa penduduk Hawaii akan tahu apa yang terjadi jika peristiwa semacam itu terjadi,” cetusnya, seperti disitat Sydney Morning Herald, Sabtu 22 Juli 2017.

Negara bagian itu mengumumkan kampanye edukasi publik yang baru, pada Jumat 21 Juli 2017.

Persiapan, meski tidak melibatkan penduduk dan meliputi latihan ala era Perang Dingin awal di seluruh Amerika Serikat (AS), akan mencakup latihan evakuasi bagi siswa sekolah dan pengumuman layanan masyarakat yang berseru: “masuk ke dalam, tetap di dalam, dan tetap ikuti instruksi,” seperti dilaporkan Honolulu Star Advertiser, mengutip para pejabat.

Hawaii adalah satu-satunya yurisdiksi AS yang pernah diserang di zaman modern oleh sebuah kekuatan asing, Jepang, yang menyerbu Pearl Harbor pada 1941.

Sejak saat itu, negara bagian ini telah berkonsentrasi pada berbagai kesiagaan, terutama untuk topan, Tsunami, gelombang tinggi, dan nyamuk yang membawa penyakit. Tapi bukan berupa serangan rudal.

Semua tampaknya berubah ketika terdengar kabar tentang pengembangan rudal balistik antarbenua (ICBM) Korut yang bisa mencapai negara bagian itu dan hingga ke Alaska.

Setelah tes rudal Hwasong-14 pada awal Juli, pejabat intelijen AS sekarang yakin Korut mampu meluncurkan rudal sejauh 6.400 kilometer.

“Kisaran itu tidak akan cukup untuk mencapai negara bagian Lower 48 atau pulau-pulau besar di Hawaii, tapi akan memungkinkan untuk mencapai seluruh Alaska,” ucap David Wright, ilmuwan senior di Union of Concerned Scientists kepada Joby Warrick dari Washington Post, awal bulan ini.

Pulau-pulau besar atau kecil, yang bertanggung jawab atas keamanan 1,4 juta penduduk Kepulauan Hawaii, yang membentang lebih dari 2.000 kilometer di Pasifik tidak mau ambil risiko. Pulau Nihau dan Kauai adalah kawasan timur terjauh, dan kira-kira 7.000 kilometer dari Semenanjung Korea. Hawaii adalah pangkalan sejumlah fasilitas militer penting, termasuk Komando Pasifik Pentagon.

Dewan Perwakilan Rakyat Hawaii cukup berkepentingan untuk menyetujui sebuah resolusi pada April, dengan mengutip kemampuan nuklir Korut. Mereka menyerukan agar memperbarui lokasi penampungan dan pelabuhan pengiriman kontainer cadangan, dengan catatan bahwa ekonomi dan masyarakat Hawaii bergantung pada kapal untuk makanan dan persediaan lainnya.

Otoritas Pariwisata Hawaii tidak menyenangi semua pembicaraan yang muncul dari para pejabat. “Keselamatan setiap orang di Hawaii selalu menjadi prioritas utama kami,” kata Charlene Chan, juru bicara badan tersebut, dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan Star Advertiser.

“Namun, kita juga tahu dari berbicara kepada mitra industri pariwisata kita bahwa jika laporan disalahartikan tentang kebutuhan negara untuk bersiap menghadapi serangan, ini dapat menyebabkan wisatawan pergi menjauh dari Hawaii. Efek dari penurunan tersebut pada akhirnya akan dirasakan. Oleh penduduk yang mengandalkan sektor pariwisata bagi penghidupan mereka,” tegasnya.

Selain itu, katanya, ancaman dari Korut “adalah kemungkinan yang sangat kecil saat ini”.

Miyagi, seorang purnawirawan jenderal, setuju. Dia katakan pada April bahwa serangan itu “probabilitasnya rendah… Tapi kemudian, kita harus terus memerhatikannya, karena itulah kita sedang membicarakan pembaharuan rencana, ini adalah menyangkut sebuah kebangkitan.”

“Tahu ke mana harus pergi, tahu apa yang harus dilakukan, dan ketahuilah kapan harus melakukannya,” pungkasnya.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat