HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Bupati Aceh Besar Percepat Pembebasan Lahan Jalan Pango

0 8

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH — Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali untuk kedua kalinya mengatakan akan segera menindaklanjuti proyek Jembatan Pango Banda Aceh dan jalan tembus sepanjang 2 kilometer hingga ke jalan Soekarno-Hatta (Lampeuneruet) yang selama ini terkendala. Persoalan pembebasan lahan yang membelit proyek itu akan segera diatasi dan dipercepat dalam masa kepemimpinannya.

Hal itu dikatakan Mawardi Ali saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Meunasah Manyang Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (12/7). “Saya, Waled (wakil bupati -red), beserta jajaran Pemkab Aceh Besar siap untuk mempercepat proses pembebasan lahan ini. Insya Allah kita juga akan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi,” kata Mawardi.

Sebelumnya, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, saat pelantikan Mawardi Ali dan Tgk H Husaini A Wahab juga menginstruksikan untuk sesegera mungkin menuntaskan proyek yang dimulai sejak 2012 tersebut. Instruksi itu disambut sigap oleh Mawardi. Sehari setelahnya Mawardi melalui harian ini juga mengatakan, akan segera menindaklanjutinya.

Kemarin, kepada Serambi, Mawardi menegaskan hal yang sama, yaitu mempercepat proses pembebasan lahan tersebut. Ia juga akan mengubah sistem ganti rugi antara pembeli dan pemilik tanah. Jika sebelumnya dengan sistem musyawarah, maka ke depan akan ada tim penaksir semacam konsultan yang mendapat sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Jadi, harganya tidak lagi berdasarkan musyawarah, karena sudah ada tim penaksir ini. Mereka nanti yang akan menentukan harga,” katanya.

Dengan sistem pembebasan seperti itu, lanjut Mawardi, ia yakin pembebasan lahan tersebut akan segera selesai dan tidak akan bermasalah lagi antara masyarakat dan pemerintah. Jika pun terjadi masalah, maka tim ini akan membawa persoalan tersebut ke pengadilan. “Tim penaksir bisa mengajukan hal ini ke pengadilan. Kalau pengadilan memutuskan itu, berarti ambil uangnya segitu di pengadilan, mudah-mudahan cepat selesai,” ujar Mawardi.

Ia tambahkan, persoalan yang selama ini terjadi adalah tidak sesuainya harga tanah yang ditawarkan dengan sistem musyawarah antara pembeli dengan pemilik tanah di kawasan yang terkena proyek tersebut. “Yang di depan (dekat jalan) itu harganya Rp 2,5 juta per meter, sedangkan yang di dalam Rp 1,5 juta. Makanya warga tak mau melepaskannya,” kata Mawardi.

Mawardi komit akan membereskan persoalan pembebasan lahan tersebut jika memang ada anggaran dari Pemerintah Aceh tahun ini. Namun, katanya, untuk tahun 2017 ini, Pemerintah Aceh tidak menganggarkan dana pembebasan lahan untuk proyek jembatan dan jalan tembus Pango tersebut.

“Dulu dianggarkan Rp 25 miliar, tapi tidak cukup itu. Harus dihitung kembali, saya pikir sekitar Rp 75 miliar sudah cukup, nanti deal-nya sesudah dihitung harga semuanya. Mudah-mudahan ada anggaran, karena itu jalan provinsi,” demikian Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali.

Kedatangan Mawardi Ali ke Serambi kemarin didampingi wakilnya Tgk Husaini A Wahab, Sekda, dan beberapa anggota DPRK Aceh Besar. Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar ini disambut langsung oleh Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar, Wakil Redaktur Pelaksana, Nasir Nurdin, Sekretaris Redaksi, Bukhri M Ali, redaktur, dan para wartawan.

loading...