HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Potensi Kandungan Air dalam Jumlah Besar di Temukan Dibulan

Ditemukan Kandungan Air di Bulan. (NASA)
0 22

HARIANACEH.co.id, Providence — Deposit vulkanis kuno di Bulan mengungkap bukti baru tentang bagian dalam satelit Bumi tersebut. Menurut penelitian, deposit tersebut menunjukkan bahwa Bulan mengandung air dalam jumlah besar.

Dengan menggunakan data satelit, para ilmuwan dari Brown University mempelajari deposit piroklastik, yakni lapisan batuan yang kemungkinan terbentuk dari letusan gunung berapi berskala besar.

Dalam studi sebelumnya, telah ditemukan keberadaan jejak air es di daerah yang gelap di kutub Bulan. Namun, menurut seorang ahli geologi di Brown University, Ralph Milliken, air tersebut kemungkinan merupakan hidrogen yang berasal dari angin Matahari.

Sementara itu, penelitian terbaru mengungkap adanya kemungkinan kandungan air dalam jumlah besar di dalam mantel Bulan. Menurut Milliken, air kemungkinan terdapat di Bulan pada awal pembentukannya, sebelum satelit Bumi itu sepenuhnya padat.

“Kami mengamati air di deposit yang ada di permukaan saat ini, tapi deposit ini merupakan hasil magma yang berasal dari dalam bagian dalam Bulan,” ujar Milliken, seperti dikutip dari Space.com, Selasa (25/7/2017). “Oleh karena itu, karena produk magma memiliki air, bagian dalam Bulan juga seharusnya mengandung air.

Warna kuning dan oranye menunjukkan kandungan air di Bulan yang melimpah. (Milliken lab/Brown University)
Warna kuning dan oranye menunjukkan kandungan air di Bulan yang melimpah. (Milliken lab/Brown University)

Dalam mencari tahu hal tersebut, para peneliti menganalisis data satelit dari instrumen Moon Mineralogy Mapper di atas probe Chandrayaan-1 milik India. Robot tersebut mengukur pantulan sinar Matahari pada panjang gelombang inframerah yang terlihat dan mendekati inframerah.

Untuk memperkirakan jumlah air yang terperangkap dalam deposit piroklastik, para ilmuwan harus mengisolasi sinar Matahari yang dipantulkan dari energi panas yang dipancarkan oleh permukaan panas Bulan.

“Mineral dan senyawa yang berbeda akan menyerap dan memantulkan cahaya dengan cara yang berbeda, jadi dalam kasus ini, kita melihat panjang gelombang di mana [molekul] H2O dan OH menyerap cahaya,” kata Milliken.

“Kami menemukan bahwa ada penyerapan yang lebih besar pada gelombang untuk deposit piroklastik, yang mengindikasikan bahwa mereka mengandung OH atau H2O,” ujar dia.

“Pekerjaan kami menunjukkan bahwa hampir semua endapan piroklastik besar juga mengandung air, jadi ini tampaknya merupakan karakteristik umum magma yang berasal dari bagian dalam Bulan,” kata Milliken. “Artinya, sebagian besar mantel Bulan mungkin ‘basah’.”

Komentar
Sedang Loading...
Memuat