HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Rambu ‘Polisi Mudah Terkejut’ Muncul di Minneapolis

Rambu misterius menyebut polisi mudah terkejut di Minnesota, AS (CNN)
0 21

HARIANACEH.co.id, Minneapolis — Rambu-rambu misterius muncul di kota Minneapolis, Amerika Serikat (AS). Rambu itu menyebut polisi setempat ‘mudah terkejut’ yang merujuk pada penembakan fatal wanita Australia, Justine Ruszczyk.

Seperti dilansir CNN dan media lokal, whas11.com, Rabu (26/7/2017), papan penanda tidak biasa yang bertuliskan ‘Warning: Twin Cities Police easily startled‘ atau ‘Peringatan: Polisi Twin Cities mudah terkejut’ itu muncul di beberapa lokasi di Twin Cities merujuk pada kota St Paul dan Minneapolis. Keduanya sama-sama berada di negara bagian Minnesota.

Sejumlah foto papan penanda serupa diunggah ke media sosial. Papan penanda yang dibuat menyerupai rambu lalu lintas dengan warna oranye itu, dilengkapi gambar karikatur polisi yang terkejut hingga melompat ke udara dan di kedua tangannya masing-masing membawa pistol yang meletus.

Otoritas setempat menyebut, papan penanda itu mulai muncul pada akhir pekan lalu dan telah dipindahkan pada Senin (24/7) waktu setempat. Tidak diketahui pasti siapa yang memasang papan penanda itu.

Juru bicara Kepolisian St Paul, Steve Linders, mengkonfirmasi setidaknya ada satu rambu semacam itu di St Paul dan satu lagi di Minneapolis. Linders tidak menjelaskan lebih lanjut soal reaksi kepolisian soal papan penanda itu.

“Kami menyadari keberadaan papan penanda itu dan Dinas Pekerjaan Umum Minneapolis telah memindahkan mereka. Kami tidak memiliki komentar lebih lanjut untuk saat ini,” ujar juru bicara Departemen Kepolisian Minneapolis, Sersan Catherine Michal.

Rambu misterius menyebut polisi mudah terkejut di Minnesota.
Rambu misterius menyebut polisi mudah terkejut di Minnesota.

Kemunculan papan penanda itu tampaknya ditujukan untuk penembakan fatal Justine Ruszczyk alias Justine Damond (40), pada Sabtu (15/7) lalu. Ruszczyk tewas ditembak oleh personel Kepolisian Minneapolis bernama Mohamad Noor, saat minta bantuan.

Ruszczyk menelepon 911 setelah mendengar suara aneh yang membuatnya curiga telah terjadi kekerasan seksual di dekat rumahnya. Saat mobil polisi tiba di dekat rumahnya, Ruszczyk berusaha mendekat untuk berkomunikasi, namun dia malah ditembak dan akhirnya tewas.

Rekan Noor, Matthew Harrity, menuturkan kepada penyidik bahwa dirinya terkejut mendengar suara keras yang muncul sesaat sebelum Ruszczyk mendekati mobil polisi. Saat itu, Noor yang duduk di kursi penumpang langsung melepas tembakan dan mengenai Ruszczyk hingga menewaskannya.

Penyelidikan menunjukkan Ruszczyk sempat ‘memukul’ bagian belakang mobil polisi, namun tidak disebut lebih lanjut apakah ‘pukulan’ itu merupakan suara keras yang didengar Harrity dan Noor. Penembakan fatal ini memicu kecaman publik, terlebih polisi tidak memberikan penjelasan yang utuh terkait penembakan ini. Noor sendiri tidak bersedia memberikan keterangan kepada otoritas setempat terkait insiden itu.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat