HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Bupati Pidie Abusyik, Lebih Milih L-300 Untuk Jadi Mobil Dinas

0 10

HARIANACEH.co.id, Sigli — Pola kesederhanaan yang ditunjukan kepala daerah kepada rakyatnya terkadang sering terbungkus ‘kepuraan-puraan’. Bahkan terkadang bertolak belakang perkataan dengan perbuatan yang dipertontonkannya dengan sejumlah kemewahan.

Misalnya, soal kendaraan dinas seorang Gubernur, Bupati dan Walikota, misalnya saja, dikasih mobil mewah malah minta cukup mobil murah seperti kijang Innova dianggap sudah cukup. Tetapi celakanya, malah lupa kalau kesehariannya hidup dengan pola serba mewah, dari sepatu, jam tangan, busana, serta bolak balik berpergian keluar negeri dengan dalil kunjungan kerja kedinasan.

Kenyataan seperti ini sering terlihat, sehingga tidak dianggap menjadi heran ketika kepala daerah itu menganggap dirinya hidup sederhana rakyat justru malah mencibir. Tetapi, berbeda dengan Bupati Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Roni Ahmad, atau yang akrab disapa Abusyik.

Sosok Bupati Pidie yang satu ini, soal hidup sederhana yang diperlihatkannya sebagai kepala daerah tidak berpura – pura seperti kepala dearah kebanyakan, tidak saja busana yang dipakainya ditaksir dengan rga murah, wajahnyapun memancarkan sinar kesederhaan yang lahin dari kepribadiannya yang tulus.

Itulah Abusyik, malah meski Roni Ahmad (Abusyik) mempunyai tunggangan mobil dinasnya  jenis sedan Toyota Camry, namun dia tak mau menggunakannya.

Selama ini, bupati Pidie itu diketahui menggunakan mobil pribadi jenis Toyota Fortuner untuk keperluan dinasnya.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Amiruddin, Toyota Camry yang merupakan bekas kendaraan dinas mantan bupati Pidie Sarjani Abdullah itu, kini digunakan oleh Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud.

Abusyik ternyata punya alasan mengapa menolak menggunakan kendaraan dinas mewah tersebut. Amiruddin mengatakan, ini karena Abusyik menginginkan kendaraan dinas yang memiliki banyak kursi.

“Tujuan bapak bupati agar saat melakukan perjalanan dinas ke gampong-gampong, tidak menggunakan banyak mobil,” kata Amiruddin kepada wartawan, Kamis (27/7/2017) di ruang kerjanya.

Tapi, permintaan Abusyik membuat Amiruddin dan Kabag Umum Setda Pidie rada kebingungan. Karena jenis mobil yang banyak kursi tersebut layaknya Mitsubishi L-300 atau mobil penumpang minibus yang mempunyai bak panjang.

Menurut pihaknya mobil seperti itu tidak layak menjadi mobil kedinasan bupati, karena sering digunakan untuk angkutan umum.

“Kita akan mencari gambar dan speksifikasi yang cocok seperti kemauan bapak bupati, biasanya jenis mobil seperti ini tidak terlalu mahal,” ujarnya (Brandanews)

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time