HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh Vonis Maya 1,4 Tahun

Terdakwa Maya Purnama Sari (23), istri Samsuardi alias Juragan, Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, menjalani sidang kedua dengan agenda mendengarkan keterangan saksi terkait sabu-sabu di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu (7/6). Dalam kasus ini juga terlibat terdakwa Zahrul Fuadhi (31), oknum polisi yang ditangkap saat sedang memakai sabu-sabu di rumah terdakwa Maya di Jalan Fatahillah, Gampong Geuceu Iniem, Kecamatan Bandaraya, Kota Banda Aceh, Rabu 8 Maret lalu. (SERAMBI)
0 30

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH — Maya Purnama Sari (24) yang ditangkap sedang menggunakan sabu-sabu bersama rekannya, Zahrul Fuadhi (31) divonis masing-masing 1,4 dan 2 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh, Kamis (26/7).

Saat ditangkap, Maya masih beratatus istri Samsuardi alias Juragan, Wakil Ketua DPRK Nagan Raya dan Zahrul adalah oknum anggota Brimob di kabupaten tersebut.

Putusan ini menegaskan bahwa keduanya terbukti menggunakan barang haram tersebut di rumah Maya, Jalan Fatahilah, Gampong Geuceu Iniem, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Selasa, 7 Maret 2017.

Berdasarkan keterangan pada sidang sebelumnya, sabu-sabu itu dibawa Zahrul dan digunakan secara bersama-sama Maya di kamar lantai dua rumah itu.

Vonis untuk mereka lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh, Ibsaini SH yakni 2 tahun penjara untuk Maya dan 3 tahun penjara untuk Zahrul. Sidang pamungkas perkara itu dipimpin hakim ketua, Nani Sukmawati SH MH dibantu dua hakim anggota Cahyono SH dan Ngatemin SH, serta Panitera Pengganti, Sanusi SH.

Menurut majelis hakim, dari hasil pemeriksaan, Maya terbukti menggunakan sabu-sabu. Sedangkan Zahrul selain menggunakan sabu-sabu juga sebagai pemilik barang haram tersebut. Terhadap putusan itu, keduanya yang tidak didampingi pengacara menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari apakah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh atau tidak.

Berdasarkan keterangan saksi dan terdakwa pada sidang sebelumnya terungkap bahwa Zahrul membeli sabu-sabu dari Alim di Nagan Raya tiga bungkus seharga Rp 2 juta. Zahrul mengajak Maya menggunakan sabu yang sudah dipersiapkannya itu saat ia bertamu ke rumah Maya di Jalan Fatahillah, Gampong Geuceu Iniem, Kecamatan Bandaraya, Banda Aceh.

Setali tiga uang, ketika diajak Maya pun tidak menolak. Kemudian mereka menggunakan sabu secara bergantian menggunakan alat penghisap (kaca pirex). Kepada majelis hakim, Maya juga mengaku bahwa dirinya sudah bisa menggunakan barang haram itu sendiri tanpa harus diajari karena sebelumnya sudah pernah menggunakan.

Pada Rabu, 8 Maret 2017 sekitar pukul 15.00 WIB, keduanya digerebek personel Polresta Banda Aceh. Saat digerebek, Zahrul dan Maya mengaku terkejut dan melarikan diri dengan meloncat lantai dua lewat jendela. Namun, aksi itu berhasil digagalkan polisi.

Dari penggeledahan, polisi antara lain menemukan satu kaca pirex dan satu tas hitam merek Eagle yang di dalamnya berisi tiga bungkusan plastik warna bening yang diduga sabu-sabu dengan berat bruto 1,32 gram. Perbuatan kedua terdakwa diancam dengan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Serambi)

Komentar
Sedang Loading...
Memuat