HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Perwakilan Aksi 287 Temui Pihak MK

Mahkamah Konstitusi. (Detik.com)
0 52

HARIANACEH.co.id, Jakarta — Perwakilan aksi 287 dari Presidium Alumni 212 rencananya akan diterima pihak Mahkamah Konstitusi (MK). Aksi 287 digelar terkait protes Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

“Perwakilan yang akan ke MK yang akan kita fasilitasi sekitar 10 orang lah sampai 15 orang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di STIK – PTIK Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/7/2017).

Dari laporan yang diterima kepolisian, rencananya aksi 287 akan diikuti sekitar 5 ribu. Polisi menyiagakan sekitar 9-10 ribu personel untuk mengamankan aksi yang dimulai setelah salat Jumat. Rencananya massa aksi 287 akan bergerak dari Masjid Istiqlal menuju Patung Kuda dan berkumpul di depan gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus.

“(Aksi diikut) 5 ribuan orang. Besok kita mempersiapkan sekitar 9 ribu lebih, pasukan yang akan kita gunakan ada juga pasukan cadangan, ” imbuh Argo.

Perppu Ormas yang diterbitkan pemerintah, diteken oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 10 Juli 2017.

Perppu Ormas mengatur tiga sanksi administratif terhadap ormas anti-Pancasila, yakni peringatan tertulis, penghentian kegiatan, dan pencabutan surat keterangan terdaftar atau pencabutan status badan hukum.

Pada Pasal 80A Perppu Ormas disebutkan pencabutan status badan hukum ormas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat 1 huruf c dan ayat 3 huruf b sekaligus dinyatakan bubar.

Sebelumnya Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma’arif mengatakan aksi 287 digelar untuk memprotes Perppu Ormas sekaligus mengawal sejumlah ormas yang akan mengajukan peninjauan kembali atau judicial review ke MK.

“Alasan yang pertama berkenaan dengan pembubaran ormas. Kita mengkhawatirkan betul kalau Perppu Nomor 2 Tahun 2017 ini terus bergulir, maka akan muncul rezim diktator baru. Kedua, pidana ini yang membahayakan ormas Islam. Tidak bisa dimungkiri korban pertama adalah ormas Islam. Maka kami sangat perhatian,” ujar Slamet dalam jumpa pers, Rabu (26/7). (Detik.com)

Komentar
Sedang Loading...
Memuat