HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Anggota Parlemen Pakistan akan Memilih Perdana Menteri Baru

0 9

HARIANACEH.co.id — Anggota parlemen Pakistan akan memilih Perdana Menteri (PM) baru, pada Selasa 1 Agustus 2017. PM tersebut bakal menggantikan Nawaz Sharif yang mengundurkan diri setelah dicopot oleh Mahkamah Agung pada 28 Juli 2017.

Sharif telah mengajukan nama mantan Menteri Minyak Shahid Khaqan Abbasi untuk jadi PM sementara. Sharif juga menyebut adik kandungnya, Shahbaz Sharif, akan menjadi pemimpin Pakistan dalam jangka panjang, usai Abbasi lengser. Shahbaz diketahui kini menjabat sebagai Gubernur Provinsi Punjab.

Parlemen membenarkan soal pemilihan PM pada hari Selasa setelah Presiden Pakistan Mamnun Hussain bertemu dengan parlemen. Pertemuan itu berlangsung usai Sharif mengedepankan nama Abassi sebagai pemimpin sementara dan menyebut Shahbaz sebagai penerusnya.

Partai berkuasa Pakistan, Pakistan Muslim League-Nawaz (PML-N) memegang mayoritas dengan 188 kursi di parlemen yang beranggotakan 342 orang. Sehingga semestinya pemilihan PM baru tak akan berlangsung lama.

Serah terima jabatan yang sesegera mungkin dinilai dapat meredakan pergolakan politik yang dipicu oleh keputusan MA untuk mendiskualifikasi Sharif, karena menolak mengumumkan sumber pendapatan. Pengadilan juga memerintakan penyelidikan dilakukan terhadap Sharif dan keluarganya.

Sementara itu, Abbasi sudah siap menggantikan Sharif. Ia berjanji melanjutkan pekerjaan Sharif.

“Saya berharap Tuhan akan membantu saya dalam melanjutkan kebijakan Nawaz Sharif,” kata Abbasi di Islamabad seperti dilansir dari Reuters, Minggu 30 Juli 2017.

Gejolak dalam penggulingan Sharif yang ketiga kalinya ini menimbulkan pertanyaan tentang demokrasi di Pakistan. Tidak ada PM yang menyelesaikan masa kekuasaan secara penuh sejak negara itu memperoleh kemerdekaan dari pemerintah kolonial Inggris pada tahun 1947.

“Kami ingin memastikan adanya kelancaran transfer kekuasaan dan tidak adanya krisis konstitusional,” kata politikus senior PML-N seklaigus sekutu Sharif, Miftah Ismail.

loading...