HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Afganistan, Program Intelijen AS Senilai Rp 6 Triliun Gagal

0 2

HARIANACEH.co.id, Washington – Program pengembangan kapasitas intelijen pasukan keamanan Afganistan yang didanai Pentagon, AS, senilai 345 juta pound sterling atau setara Rp 6 triliun dinilai gagal.

Laporan Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afganistan alias Sigar menjelaskan bahwa tidak ada indikasi perbaikan terhadap keseluruhan operasi intelijen sebagai hasil dari lima kontrak untuk pelatihan dan pendampingan yang dijalankan oleh Legacy Afghanistan R & D dan Afghanistan Source Operations Management (Asom).

Audit pengawas atas kontrak pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada pasukan keamanan serta keamanan nasional Afganistan (ANDSF) antara tahun 2010 dan 2013 menyebutkan, hampir tidak mungkin mengukur dampak positif investasi pemerintah Amerika Serikat. Hal ini disebabkan kurangnya metrik kinerja untuk melacak kemajuan. Sigar menemukan bahwa imperatis, kontraktor, dan New Century Consulting subkontraktor yang mengoperasikan program tersebut tidak menyimpan catatan pelatihan yang lengkap.

Dengan menggunakan catatan yang ada, Sigar menyimpulkan bahwa porsi signifikan pelatih dan instruktur Afganistan gagal memenuhi standar minimum. Hanya 10 dari 24 siswa intelijen polisi Afganistan yang menyelesaikan sembilan kursus yang diminta untuk menjadi pelatih di kementerian dalam negeri.

Tak satu pun dari empat peserta pelatihan menyelesaikan enam kursus yang dibutuhkan untuk menjadi pelatih di kementerian pertahanan. Adapun lima dari enam peserta tidak menyelesaikan salah satu dari empat kursus yang dibutuhkan untuk menjadi instruktur pertahanan.

Berdasarkan temuan itu, Sigar lantas merekomendasikan agar Kementerian Pertahanan Amerika Serikat melakukan tinjauan terhadap penghargaan serta pengawasan kontrak Legacy dan Asom maupun kontrak pelatihan dan mentoring ANDSF yang sedang berlangsung.

Sigar telah lama mengkritik Pentagon karena pemborosan selama perang terpanjang yang melibatkan Amerika Serikat. Pada Januari 2017, Sigar mengatakan kepada Washington ada bukti bahwa pemimpin Taliban telah memberi tahu komandan mereka untuk membeli bahan bakar, amunisi, dan senjata dari tentara Afganistan karena harganya lebih murah.

Klaim tersebut muncul beberapa minggu setelah sebuah laporan menyebutkan pemerintah AS telah menyia-nyiakan uang senilai US$ 28 juta untuk seragam tentara Afganistan dengan pola penyamaran hutan, bukan pola padang pasir yang lebih sesuai dengan 98 persen wilayah negara itu.  (Tempo)

loading...