HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

BMKG : Satu Titik Panas Terdetiksi di Nagan Raya

0 10
HARIANACEH.co.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, satu titik panas terdeteksi oleh dua satelit Terra dan Aqua berada di wilayah Aceh.
“Pagi ini, hotspot (titik panas) kembali muncul di Aceh yakni satu hotspot,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Blang Bintang, Zakaria di Aceh Besar, Kamis.
Ia melanjutkan, titik panas tersebut terpantau berada di Kabupaten Nagan Raya. Lebih tepatnya terdeteksi di Kecamatan Darul Makmur.
Wilayah Nagan Raya berbatasan lansung dengan Kabupaten Aceh Barat yang merupakan lumbung titik panas selama Juli tahun ini, karena api telah membakar 222 hektare di sembilan kecamatan.
Tercatat 241 warga Aceh Barat telah menderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) karena terpaksa menghirup udara bercampur kabut asap dari kebakaran di tengah hutan bergambut.
“Kami telah berulang kali mengingatkan, untuk tidak sembarangan membakar sampah, buang puntung rokok. Apalagi di lahan kering karena saat ini wilayah Aceh memasuki puncak kemarau,” katanya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akhir Juli tahun ini mengatakan, pantauan berbagai satelit dengan sensor modis terdeteksi adanya peningkatan jumlah hotspot yang terindikasi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Satelit mendeteksi 173 hotspot pada 27 Juli 2017. Kemudian 28 Juli, berjumlah 277 titik panas, lalu 29 Juli terdeteksi 238 titik panas, dan pada 30 Juli ada 239 titik panas.
“Sepekan terakhir sebaran hotspot terbanyak terdapat di Kalimantan Barat, NTT, dan Aceh,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Deputi Bidang Meteorogi BMKG, Yunus S Swarinoto mengingatkan, wilayah Aceh perlu mewasdai kemunculan titik panas akibat meningkatnya intensitas cuaca kering selama musim kemarau.
Berdasarkan peta potensi kemudahan kebakaran yang ditinjau dari unsur cuaca, lanjutnya, maka masih menunjukkan wilayah di Aceh sangat mudah terjadi kebakaran.
“Meski begitu, kondisi cuaca tidak akan menyebabkan terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Jika tidak ada faktor manusia yang melakukan pembakaran,” tegasnya. (Antara)
loading...