HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Thailand, Nenek Ini Berhasil Raih Sarjana Strata Satu

Kim-lun Jinakul (91) akan menjadi lulusan tertua yang diwisuda di Universitas Terbuka Sukhothai Thammathirat (STOU), pada 9 Agustus mendatang. (Thai PBS)
0 43

HARIANACEH.co.i, PHAYAO  Jadi sarjana di usia lanjut, seorang nenek di Thailand merasa senang bisa melanjutkan pendidikan dan menyelesaikannya.

Kim-lun Jinakul (91) akan menjadi lulusan tertua yang diwisuda di Universitas Terbuka Sukhothai Thammathirat (STOU), pada 9 Agustus mendatang.

Sang nenek akhirnya lulus sebagai sarjana strata satu (S1) setelah empat tahun menjalani kuliah di jurusan Ekologi Manusia.

Sebenarnya Kim-lun sudah sempat menjalani studi di STOU pada 1998.

Namun, karena terbentur urusan bisnis ayahnya, studinya terganggu dan Kim-lun memutuskan untuk berhenti.

Kim-lun akhirnya kembali ke bangku kuliah pada 2011 lalu.

Menurut Kim-lun, bisa memperoleh pendidikan yang layak merupakan impiannya sejak kecil.

Karenanya, ketika kesempatan itu datang, Kim-lun benar-benar berusaha maksimal untuk bisa menyelesaikannya.

Belajar di usia lanjut bagi Kim-lun tidak pernah dirasa menyulitkan.

Sebab menurutnya ilmu pengetahuan itu penting untuk pengembangan diri.

“Jika kita tidak banyak tahu, belajar, dan membaca, apa yang akan bisa kita bicarakan dengan orang lain?” tutur Kim-lun.

“Jika kita rajin membaca surat kabar atau mendengar siaran berita, kita akan banyak tahu soal apa yang terjadi di dunia, negara, dan masyarakat ini,” katanya lagi.

Sedangkan, wakil rektor STOU, Profesor Panumas Kudngaongarm, mengatakan STOU memang mendukung mahasiswa-mahasiswi lanjut usia yang mengambil studi di sana.

Dukungan tersebut disampaikan melalui pengecualian pembayaran biaya masuk universitas sebesar 800 baht Thailand (Rp 320 ribu).

Selain itu, khusus untuk yang lanjut usia, STOU memberikan kelonggaran pada jadwal mata kuliahnya sehingga mereka bisa lebih banyak mendalami pelajaran di luar kelas atau di rumah.

Sebab, STOU lebih menekankan pendidikan dan studi secara praktiknya dan bukan sekadar teori, agar bisa diaplikasikan di keseharian.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat