HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tiga Kabupaten di Aceh, Nunggu Lama Untuk Dapatkan Rastra

0 6

HARIANACEH.co.id — Warga miskin di tiga kabupaten, yakni Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam terpaksa menunggu lama untuk mendapatkan beras keluarga sejahtera (Rastra), karena sistem penyalurannya tiga bulan sekali.

Kepala Perum Bulog Subdrivre Wilayah VI Blangpidie, Armia di Blangpidie, Jumat mengatakan, penyaluran tiga bulan sekali di wilayah selatan Provinsi Aceh itu sudah berlangsung sejak tahun 2015 sampai dengan saat sekarang.

“Jadi, sistem penyaluran Rastra tiga bulan sekali untuk masyarakat miskin itu bukanlah kehendak saya selaku Kepala Bulog disini. Kita melakukannya atas permintaan Pemerintah daerah itu masing-masing,” ujar dia.

Menurut dia, tiga pemerintah daerah itu beralasan, jika satu bulan sekali disalurkan Rastra tidak mencukupi untuk dibagikan pada masyarakat. Banyak warga desa ekonomi rendah tidak terdaftar sebagai penerima Rastra, sehingga mereka mengambil kebijakan jatah satu orang dibagi tiga.

“Artinya begini, kehidupan warga yang tidak terdaftar itu setara dengan yang terdaftar nama. Jadi, pemerintah daerah mengambil kebijakan. Jatah Rastra untuk satu orang dibagi tiga orang supaya adil, sehingga masyarakat tidak salah faham terhadap aparatur desa,” jelasnya.

Ia berkata lagi, penyaluran Rastra untuk masyarakat Aceh Barat Daya (Abdya) tidak sama dengan tiga kabupaten/kota itu. Masyarakat miskin di Kabupaten Abdya menerima beras setiap dua bulan sekali karena uang tebusan Rastra seharga Rp1.600/Kg sudah ditanggung Pemerintah daerah.

“Jadwal penyaluran Rastra juga berbeda-beda tanggal. Yang bisa kita salurkan segera untuk masyarakat Abdya. Kenapa, karena Pemkab Abdya memberikan subsidi pada warganya. Artinya, harga tebusan Rastra Rp1.600/Kg dibayar oleh Pemerintah daerah,” ujarnya.

Sedangkan untuk masyarakat Kabupaten Aceh Selatan, Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil, kata dia, uang tebusan Rastra murni dari masyarakat, sehingga petugas lapangan terpaksa harus mengumpul uang tebusan dulu baru Rastra diantarkan ke titik pembagian.

“Kalau untuk masyarakat Abdya, begitu ada perintah penyaluran, kita langsung mengantarkan Rastra ke lokasi titik pembagian. Karena Bulog tidak lagi berhubungan dengan urusan uang. Kita hanya tinggal mengajukan surat penagihan ke Pemkab Abdya,” demikian Armia. (Antara)

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time