Tolak Ekspor Korea Utara, PBB Jatuhkan Sanksi Baru

Namun, China dan Rusia mengecam juga tindakan AS terhadap sistem pertahanan rudal THAAD di Korea Selatan. Duta Besar China U.N. 1 min


57
12 shares, 57 poin
Tolak Ekspor Korea Utara, PBB Jatuhkan Sanksi Baru
Kantor berita KCNA melaporkan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong un memerintahkan peluncuran rudal Hwasong 14, yang dilakukan pada sudut yang curam, untuk menunjukkan jangkauan maksimum dan mengirim peringatan ke Amerika Serikat. KCNA/via (REUTERS)

HARIANACEH.co.id  Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui kesepakatan baru untuk memberikan sanksi kepada Korea Utara atas program uji coba rudal balistik. Dengan suara bulat,  PBB melarang ekspor dan membatasi investasi untuk Korea Utara.

“Hari ini Dewan Keamanan telah berkumpul untuk membicarakan kediktatoran Korea Utara. Tindakan Korea Utara yang tidak bertanggung jawab dan cerobo itu telah terbukti merugikan,” ujar Duta Besar Atmerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, Sabtu 5 Agutus 2017.

Haley mengatakan keputusan tersebut merupakan sanksi paling ketat yang pernah ada. Korea Utara diperkirakan mengekspor sekitar US$ 3 miliar barang setiap tahunnya ke Cina.

Advertisements

Cina menjadi salah satu negara yang mendukung sanksi tersebut. Akibatnya, Korea Utara diprediksi bisa kehilangan sepertiga pendapatannya atau US$ 1 miliar dari perdagangan itu.

Resolusi yang dirancang oleh AS itu melarang ekspor batu bara, besi, bijih besi, timah hitam, dan makanan laut Korea Utara.  Dalam kesepakatan itu, PBB juga melarang setiap negara meningkatkan jumlah pekerja Korea Utara yang bekerja di luar negeri, melarang kerja sama baru dan investasi baru dengan Korea.

Pyongyang yang telah menguji dua rudal balistik antar benua pada Juli lalu, mengklaim bahwa pihaknya sekarang memiliki kemampuan untuk menyerang AS. Namun, sejumlah ahli meragukan kemampuan rudal untuk mencapai target mereka. Rencana tersebut dikutuk oleh Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat, dan mendorong penyusunan sanksi baru PBB tersebut.

Advertisements

China, satu-satunya sekutu Korea Utara dan anggota Dewan Keamanan PBB yang memegang hak veto, akhirnya memilih resolusi tersebut. Duta Besar China, Liu Jieyi, mengatakan bahwa resolusi tersebut menunjukkan bahwa dunia telah bersatu dalam soal posisi nuklir di semenanjung Korea.

Namun, China dan Rusia mengecam juga tindakan AS terhadap sistem pertahanan rudal THAAD di Korea Selatan. Duta Besar China U.N. Liu Jieyi menyerukan penghentian penempatan dan peralatan apapun di sana.

Advertisements

Bagikan ke teman anda!

57
12 shares, 57 poin

Komentar

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka
0
Suka
Takjub Takjub
0
Takjub
Kaget Kaget
0
Kaget
Takut Takut
0
Takut
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Marah Marah
0
Marah
Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Image
Photo or GIF
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Countdown
The Classic Internet Countdowns