HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Penemuan Ilmuwan: Ada Planet Berair Kembarannya Jupiter

0 12

HARIANACEH.co.id, Washington D.C — Ilmuwan dari Universitas Maryland berhasil mengungkap kembali misteri antariksa, yakni planet berair kembaran Jupiter. Meski disebut berair, tapi yang ditemukan hanyalah kilatan molekul air, yang artinya bukan air dalam jumlah besar.

Meski begitu, keberadaan molekul tersebut menandakan bahwa planet yang bernama WASP-121b itu memiliki stratosfer. Itu berarti ada potensi kehidupan atau bisa dijadikan potensi planet layak huni.

Dalam jurnal Nature edisi 3 Agustus 2017, tim ilmuwan menulis molekul air planet ini terekam Teleskop Antariksa Hubble milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Studi berjudul “An ultrahot gas-giant exoplanet with a stratosphere” ini menggunakan metode analisis spektroskopi untuk menunjukkan keberadaan molekul air.

Tim menjelaskan, molekul air mengeluarkan radiasi inframerah akibat kehilangan energi seiring kenaikan panas di stratosfer. Mulanya stratosfer 560 derajat Celsius menjadi 2.500 derajat Celsius.

Drake Deming, penulis utama studi, mengatakan, kilauan mungkin berasal dari zat kimia vanadium oksida dan oksida titanium. Namun, menurut dia, hal tersebut sangat sulit dikonfirmasi.

“Ketika datang ke eksoplanet yang jauh, yang tidak dapat kita lihat dalam detail yang sama seperti planet lain di tata surya kita sendiri, kita harus bergantung pada teknik proxy untuk mengungkapkan struktur mereka,” kata dia, seperti dilansir laman berita Nature News.

Planet WASP-121b berada sekitar 900 tahun cahaya dari bumi. Sekadar informasi, satu tahun cahaya sama dengan 10 triliun sekitar 9.400 triliun kilometer. Jalan Raya Pos Daendels Anyer-Panarukan saja berjarak 1.073 kilometer. Bisa terbayangkan seberapa jauh planet itu, bukan?

Letaknya di luar tata surya (eksoplanet). Dengan massa planet 1,2 kali Jupiter, WASP-121b termasuk Jupiter panas. Meski mirip, tapi planet ini memiliki beberapa perbedaan dengan Jupiter, salah satunya atmosfernya sangat panas sehingga tidak mungkin menopang kehidupan.

Perbedaan lain, Jupiter mengorbit matahari 12 tahun sekali. Sedangkan WASP-121b hanya butuh 1,3 hari untuk mengitari bintang induknya. Dengan jarak sedekat itu, manusia tidak bisa hidup di WASP-121b. Gravitasi bintang utamanya bisa menghancurkan planet.

Nature News

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time