HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Parah! Kaki Remaja di Australia Ini Digerogoti Kutu Laut

HARIANACEH.co.id, Melbourne — Kutu laut melahap kaki dari remaja Australia berusia 16 tahun, Sam Kanizay, saat berendam di air laut di lepas pantai Melbourne, Sabtu, 5 Agustus 2017. Awalnya, dokter Kanizay mendiagnosa kasus luka-luka itu karena kasus gigitan kutu laut.

Diagnosa itu dibenarkan para ilmuwan kelautan yang mempelajari sampel dari penggigit itu yang sempat diambil bapaknya. Mereka telah mengidentifikasi penyerang itu sebagai Amphipods lysianassid, atau kutu laut, seperti yang mereka umumkan dalam siaran pers, Senin, 7 agustus 2017.

Kutu laut haus darah ini memiliki gigi yang dirancang untuk merusak daging. Gigi seri itu yang membuat mereka berbeda dari kutu laut parasit, isopod laut, yang awalnya dituduh melakukan serangan itu. Meskipun kutu laut dapat mengisap darah, mereka cenderung meninggalkan tusukan peniti di kulit, bukan goresan dalam yang panjang.

Bahkan, kutu laut tidak cenderung berfokus pada manusia. Sebaliknya, mereka memakan ikan mati, dan berlaku seperti burung bangkai laut. “Kejadian itu hanya sial,” ujar ahli biologi laut Genefor Walker-Smith dalam sebuah pernyataan. “Ada kemungkinan dia mengganggu satu kelompok, tapi mereka tidak menunggu untuk menyerang seperti piranha.”

Terlebih lagi, jumlah kehilangan darah yang dialami Kanizay tak terduga. Walker-Smith percaya spesies tertentu dari kutu laut ini dilengkapi dengan anti-koagulan sendiri, yang mencegah darah untuk membeku, menurut Ars Technica.

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, Alistair Poore PhD, seorang ahli ekologi kelautan di University of New South Wales, berhipotesis bahwa ada jumlah luar biasa besar ikan mati di dekat pantai Melbourne yang dikunjungi Kanizay.

Ikan mati, menurutnya, bisa membawa bersama mereka ratusan parasit penghisap darah, yang menjadi lapar ketika mayat inang mereka sudah habis.

Para ahli mengatakan apa yang terjadi pada Kanizay adalah suatu kebetulan dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dan serangan tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi.

Pada 2015, seorang ayah Australia mengalami kejadian kakinya digigit di pantai Australia tidak jauh dari kejadian berdarah minggu lalu. Penyerang itu diduga itu adalah kasus kutu laut, tetapi tidak dikonfirmasi oleh uji laboratorium.

Sumber:

Inverse, Youtube, AP, Ars Technica

loading...