HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pelaku Pembunuhan di Abdya Terancam Hukuman Mati

0 13

HARIANACEH.co.id — Edi Syaputra alias Jimi (27) tersangka dalam kasus pembunuhan tiga orang keluarga pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, terancam hukuman mati.

“Tersangka bisa diancam hukuman mati atau seumur hidup karena telah melakukan tindak pidana kejahatan pembunuhan hingga menghilangkan nyawa tiga orang, satu keluarga,” Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Abdya, Abdul Kadir, di Blang Pidie, Rabu.

Terdakwa merupakan warga Desa Lemah Burbana, Kecamatan Bebesan Kabupaten Aceh Tengah, korbannya adalah Habibi Askhar Balihar (8), Fakhrurrazi (12) dan Hj Wirnalis (62) merupakan warga Desa Meudang Ara, Blangpidie, Kabupaten Abdya.

Habibi Askhar Balihar dan Fakhrurrazi beradik kakak, anak kandung Kepala Bidang Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Abdya, Mulyadi. Sedangkan Hj Wirnalis adalah mertuanya yang dibunuh dalam waktu bersamaan pada 16 Mai 2017.

“Terdakwa dikenakan pasal berlapis. Untuk korban orang dewasa, kita pakai kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Acaman hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara. Kemudian, kitab Undang-Undang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan kepada sejumlah wartawan disela-sela penerimaan berkas kasus pembunuhan bersama tersangka dan barang bukti yang di serahkan oleh Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan, untuk dilimpahkan ke Pengadilan.

Abdur Kadir menyatakan, berkas kasus pembunuhan yang di terima dari Polres Abdya tersebut, telah dinyatakan lengkap atau P21. Sehingga  dalam waktu dekat dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan untuk disidangkan.

Berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian dari sejumlah saksi-saksi, kasus pembunuhan keluarga pejabat Abdya itu bermotif dendam atau sakit hati kepada korban Hj Wirnalis yang tidak menyetujui tersangka berpacaran dengan keponakan korban.

“Tapi untuk pembuktiannya nanti tergantung fakta di dalam persidangan. Jadi, tersangka itu sebelumnya juga telah melakukan perbuatan tindak pidana pencurian di Kabupaten Aceh Tengah. Tapi sudah selesai kasusnya,” ujar dia.

Lebih lanjut dikatakan, kasus pembunuhan Hj Wirnalis berentetan terhadap dua cucunya, karena tiga korban tersebut tidur di satu rumah di Desa Meudang Ara. Tersangka membunuh satu persatu korban dengan cara sadis berdasarkan hasil visum dimiliki.

“Berdasarkan hasil visum. Luka robek pada tubuh korban sampai keluar usus. Tidak hanya menusuk, pelaku juga merobek-robek tubuh korban dengan senjata tajam,” demikian Kajari Abdya, Abdul Kadir.

Sumber:

AntaraAceh

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time