HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

AS vs Korut

Menlu Rusia, Lavrov: Retorika Perang AS-Korut Sudah di Level Puncak

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. (REUTERS)
0 24

HARIANACEH.co.id, Moskow — Pemerintah Rusia mulai khawatir dengan ancaman yang diumbar oleh Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) karena berisiko tinggi. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebut retorika perang kedua negara itu sudah berada di level puncak.

”Sayangnya, retorika di Washington dan Pyongyang sekarang mulai melampaui posisi puncak,” kata Lavrov. ”Kami masih berharap dan percaya bahwa akal sehat akan menang,” katanya lagi.

Dalam forum untuk pelajar Rusia, diplomat top Moskow ini ditanya tentang seberapa besar risiko dari retorika perang yang disuarakan AS dan Korut. ”Risikonya sangat tinggi, terutama dengan mempertimbangkan retorika,” jawab Lavrov, seperti dikutip Reuters, Sabtu (12/8/2017).

”Ancaman langsung penggunaan kekuatan sudah terdengar. Pembicaraan (di Washington) adalah bahwa harus ada serangan preventif yang dilakukan di Korea Utara, sementara Pyongyang mengancam untuk melakukan serangan rudal ke pangkalan AS di Guam. (Ancaman) ini tanpa henti, dan mereka sangat mengkhawatirkan,” kata Lavrov.

”Saya tidak akan menebak apa yang terjadi ‘jika’. Kami akan melakukan apapun untuk mencegah ‘jika’ ini,” lanjut Lavrov.

”Pendapat pribadi saya adalah ketika Anda mendekati titik pertempuran yang pecah, sisi yang lebih kuat dan pandai harus mengambil langkah pertama dari ambang bahaya,” papar Menlu Rusia ini yang disiarkan stasiun televisi pemerintah Moskow.

Dia mendorong Pyongyang dan Washington untuk menandatangani sebuah rencana gabungan yang dirancang Rusia dan China, di mana Korut akan membekukan uji rudalnya dan AS serta Korea Selatan akan memberlakukan moratorium latihan militer berskala besar.

”Jika pembekuan ganda ini akhirnya terjadi, maka kita bisa duduk dan mulai dari awal, untuk menandatangani sebuah lembaran yang akan menekankan penghormatan terhadap kedaulatan semua pihak yang terlibat, termasuk Korut,” imbuh Lavrov.

Sumber:

Reuters

Komentar
Sedang Loading...
Memuat